Senin, 17 Desember 2018

Tugas Take Home Aplikasi Komputer

https://youtu.be/oE8DSzTn7s
Tutorial membuat benner di coreldraw x7
Nama : Intan Nia Tata Ayu
NIM   : 180321100077
Kelas : B

Kamilah Cendekiawan Berpribadi

IMM Bangga Punya IMMawati!.

Kehadiran IMMawati  merupakan salah satu faktor Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) bisa menjadi organisasi yang besar seperti saat ini. IMM patut bersyukur, dengan kehadiran IMMawati di dalam tubuh IMM membuatnya menjadi organisasi yang dinamis dan sangat cocok untuk membangun tradisi intelektual yang hari ini mulai ditinggalkan oleh banyak generasi muda. Peran IMMawati yang begitu signifikan dalam menjalankan dan merawat keberlangsungan IMM sebagai organisasi intelektual tidak perlu diragukan, semangat pembaharuan yang teraptri di dalam jiwa seorang IMMawati sangat terlihat ketika para IMMawati bergerak untuk membangun kemaslahatan ummat, bangsa dan Negara.
Salah satu tokoh perempuan panutan IMM , yakni Ny. Elyda Djazman pun adalah seorang perempuan yang lahir dari rahim IMM dan besar dengan menyandang nama IMMawati dipundaknya. Kebanggannya sebagai seorang IMMawati terlihat tatkala beliau dengan tulus mengabdi baik di IMM, maupun di perseyerikatan Muhammadiyah. Beliau bahkan menjadi Ketua Umum PP Aisyiah selama tiga periode. Waktu yang cukup lama bagi sebuah organisasi sekaliber Aisyiah. Ny. Elyda adalah seorang IMMawati yang dikenal sangat tangguh, cerdas, dan terampil dalam mengelola organisasi, pengalamannya yang sangat banyak membuatnya mampu membesarkan nama IMMawati dan Persyerikatan hingga ke tingkat internasional.
Meskipun beliau merupakan istri dari seorang Djazman Alkindi (pendiri IMM dan ketua IMM pertama), tapi beliau bukanlah besar karena kehadiran suami. Justru Ny. Elyda tumbuh menjadi kader Muhammadiyah saat masih berusia belia. Karena semangat ber-Muhammadiyah sudah dimilikinya sejak belia itulah yang menghantarkan beliau menjadi seorang tokoh panutan bagi kader-kader muda Muhammadiyah, khususnya IMM. Perannya sebagai seorang perempuan dalam dunia public begitu terasa saat masih aktif di Aisyiah, di mana beliau banyak berkutat pada isu-isu perempuan seperti TKW, Pekerja Seks, dan seputar kesehatan. Beliau bahkan sering diundang untuk menjadipembicara di foruminternasional di sejumlah Negara Eropa dan Asia, termasuk di forum World Healt Organization (WHO). IMM tentu bangga dengan sosok beliau, seorang IMMawati yang selalu memberikan contoh bagi kader muda dalam ber-Muhammadiyah dan ber-IMM. Sebagai seorang IMMawati, beliau tidak hanya panutan bagi kader-kader Muhammadiyah, namun juga panutan yang sangat disegani di dunia karena kemampuannya yang jarang dimiliki oleh perempuan manapun.
Selain itu, satu hal yang tidak bisa lepas dari beliau adalah daya kritis dan sikap proaktif yang selalu menjadi ciri khas. Daya kritis dan sikap proaktif yang selama ini menjadi ciri khas beliau harus dipegang teguh dan dicontoh oleh para IMMawati dewasa ini. Hal ini sangat penting untuk ditumbuhkan agar IMMawati tidak kehilangan identitasnya sebagai seorang aktivis Muhammadiyah yang banyak mengurusi masalah ummat. Seorang IMMawati harus mampu menumbuhkan daya kritis karena perannya sebagai kaum intelektual yang berfungsi untuk melahirkan sebuah gagasan perubahan dan problem soulving bagi setiap masalah yang ada. Sama halnya dengan sikap proaktif yang merupakan bentuk impelementasi dari kompetensi humanitas yang selama ini menjadi identitas seorang kader IMM. Seorang kader Muhammadiyah, khususnya IMMawati juga perlu memupuk sikap proaktif agar menjadi manusia-manusia yang berfungsi secara sosial. Proaktif dalam hal ini adalah sikap yang dibangun dan disalurkan dalam wilayah-wilayah kemanusiaan yang hari ini miskin akan perhatian publik. Di tengah maraknya dehumanisasi yang terjadi, sikap proaktif adalah solusi agar masalah ini tidak menjalar ke mana-mana dan berdampak pada stabilitas hidup masyarakat yang kadung terbengkalai.
Lantas, mengapa IMM harus bangga memiliki IMMawati?
Kisah Ny. Elyda adalah satu dari sekian banyak contoh yang bisa kita lihat jika membicarakan peran IMMawati di IMM. Kebanggan IMM terhadap IMMawati bisa dirasakan pada dua hal. Pertama, IMM patut merasa bangga terhadap IMMawati karena perannya dalam menjaga eksistensi IMM hingga hari ini. Peran IMMawati yang sangat terasa dalam IMM adalah kehadirannya yang mampu menjadi penyeimbang sekaligus pendorong spirit perjuangan kader-kader IMM dalam menghentaskan berbagai pesoalan ke-ummatan. IMMawati yang perannya sebagai penopang perjuangan IMM mampu menghadirkan kenyamanan dan semangat berjuang yang tidak pernah sulut, bahkan terus berkobar hingga ke sanubari.
Maka tak salah jika IMMawati kita pandang sebagai perempuan laksana Khadijah yang selalu meyakinkan Muhammad dalam membawa risalah Tuhan agar sampai kepada ummat manusia, tsk dslsh pula bila IMMawati dianggap laksana Fatimah yang tiada henti mendampingi Soekarno dalam menjaga Indonesia agar tidak direbut oleh para penjajah, atau IMMawati laksana Walidah yang senantiasa ada ketika Ahmad Dahlan tengah tepuruk karena fitnah yang didapatkannya akibat mendakwahkan kebenaran Islam. Kebesaran IMM sebagai salah satu organisasi mahasiswa banyak disebabkan oleh kehadiran IMMawati yang tidak pernah berhenti menopang perjuangan IMM di tengah masyarakat. IMMawati bagi IMM bagaikan alas peradaban, tanpa IMMawati IMM hingga hari ini tidak akan mampu berbuat banyak untuk kemajuan bangsa Indonesia.
Kedua,  kehadiran IMMawati membuat IMM sangat terbantu dalam mengaktualisasikan gerakan sosial yang selama ini menjadi identitas gerakan. IMMawati sebagai makhluk Tuhan yang sangat istimewa diberkahi dengan jiwa sosial yang tinggi menguatkan identitas gerakan humanitas IMM. Di tengah kondisi bangsa yang terus ditimpa berbagai konflik sosial, seperti kesenjangan, kemiskinan, dan ketertindasan, IMMawati hadir sebagai motor penggerak perubahan demi terwujudnya masayarakat utama. Hal ini bisa kita lihat dari apa yang telah dilakukan oleh Ny.  Elyda Djazman yang kala masih aktif di struktur persyerikatan, bahwa sebagai IMMawati dia tidak pernah berhenti untuk menyuarakan kepeduliannya pada persoalan-persoalan sosial yang ada, terlebih lagi pada persoalan-persoalan perempuan.
Maka wajar saja bila IMM begitu bangga memiliki IMMawati, karena peran krusialnya dalam mengawal gerakan yang telah digagas oleh IMM sejak berdiri. Ketabahan dan keikhlasan untuk memberikan yang terbaik bagi kepentingan ummat membuat IMM masih bisa dirasakan perannya sebagai salah satu organisasi yang penting bagi bangsa Indonesia. Tidak hanya itu, kehadiran IMMawati juga membuat IMM menjadi organisasi yang egaliter, menjunjung persamaan, dan menjadi organisasi yang mengedepankan nilai-nilai kesantunan dalam berinteraksi dengan lingkungan sosial. IMMawati adalah tumpuan bagi IMM, tanpa IMMawati IMM menjadi oganisasi yang pincang dalam mengarungi gerak dan langkahnya sebagai organisasi yang didirikan untuk membela kepentingan ummat. IMMawati dengan segala hal yang melekat pada dirinya penyempurna bagi IMM dan Perseyerikatan Muhammadiyah.
**Nur Alim MA Sekretaris Umum PC IMM

Wanita Tangguh Itu Bernama IMMAWATI

“Jika ada manusia yang merendahkan seorang perempuan katakan padanya bahwa seorang bayi tidak dilahirkan dari rahim seorang laki-laki”  (Adi Munazir)

Masih di pagi yang buta, sayup-sayup dia mulai melantukan bacaan surat annisa ayat 11. Air matanya berlinang membasahi mushaf pemberian salah satu senior pada saat dia mengikuti kegiatan masa taaruf mahasiswa (mastama). Hidupnya mulai berubah  semenjak mengikuti Darul Arqom Dasar (DAD) yang diselenggarakan salah satu komisariat.
Pesan-pesan pertobatan menghujam tepat di dasar dadanya dan merupakan titik balik dia menemukan jalan perbaikan. Materi Keislaman menjadi materi yang paling diingat dan telah mengatrolnya naik dari kubangan gelap pesona dunia sekaligus peta awal dia mengawali berhubungan intim dengan pemahaman islam yang sesungguhnya.
Hidupnya tidak lagi tentang menebalkan ginju merah di dua buah bibirnya. Tidak juga tentang pamer kegiatan di laman-laman media sosialnya. Kebiasaan lama benar-benar ditinggalkan, kini dia membayarnya dengan ucapan yang bernilai pahala, tindakan yang produktif dan perilaku sopan yang selalu ditunjukkan. Parasnya yang aduhai membuat lelaki berucap istigfar berkali-kali dan terus mencari tahu siapakah gerangan ini, wahai Tuhan pemilik hati?.
Jika hadis menggariskan memilih wanita karena 4 hal; kecantikan, keturunan, harta dan agama. Maka kehadirannya sebagai seorang mahasiswi yang aktif berorganisasi telah menambah syarat “aktivis” bagi laki-laki yang akan mempersuntingnya.
Ada guyonan sederhana yang muncul ketika para aktivis memperbincangkan perihal mengapa seorang the future wife haruslah seorang aktivis, jawaban yang keluar dari Ozan pada saat  itu adalah agar si dia bisa diajak melek sampe pagi (begadagangan). Jawaban tersebut juga ada benarnya, mahasiswi yang berlatarbelakang aktivis memiliki kepekaan yang berbeda dalam melihat persoalan hidup dan terbuka dalam menjaga ritme interaksi sosial.
Sosok perempuan yang dididik dalam organisasi biasanya merasakan betul bagaimana dominasi laki-laki menjadi hal yang biasa dan tejadi kesenjangan kuantitas yang tidak mudah dijelaskan dengan sesederhana mungkin. Ada banyak faktor yang menyebabkan perasaan itu muncul kepermukaan.
Doktrin kultural menjadikan perempuan berfikiran bahwa mereka bukan yang utama dalam tatanan sosial masyarakat. Dimana-mana suara perempuan tetaplah suara lapis kedua (backing vokal) sehingga aspirasi jarang tersampaikan. Pun tidak bisa disalahkan bahwa sifat seorang perempuan yang inferior telah membawanya pada manusia kedua (the second man) dalam dialektika kehidupan.
Dalam konteks yang lain perempuan memiliki sifat dan ikatan rasa malu yang cukup tinggi kitab Fathul Izzar menyebutkan bahwa syahwat itu ada sepuluh bagian sembilan bagian adalah bagi wanita dan satu bagian lagi bagi laki-laki, hanya saja Alloh menutup wanita dengan perasaan malu yang cukup kuat.
Jika kita melihat kondisi perempuan di negara-negara yang maju, rasa malu sudah diterjemahkan ke arah yang lebih progresif, meskipun aspek negatif dan positif masih dapat diperdebatkan. Tidak demikian dengan perempuan yang berada pada wilayah dengan doktrin patrilineal yang ketat. Pemaknaan rasa malu yang salah telah menyebabkan perempuan tidak memiliki sensivitas dan sikap utama dalam mengikis dan menghadapi sebuah persolan. Kondisi tersebut tentulah mengecewakan sehingga memunculkan perasaan daripada malu-maluin lebih baik mundur dari garis perjuangan.
Memang benar bahwa tidaklah sama antara perempuan dan laki-laki begitulah Allah memberikan patokannya dalam Ali Imran (36). Tentu ayat tersebut tidak mungkin ditafsirkan dalam segala lini kehidupan sehingga menjadi dasar untuk tidak menjadi perempuan yang maju dalam fikiran dan juga pergerakan. Secara fisik alat kelamin masing-masing memiliki bentuk dan fungsi yang berbeda-beda, postur tubuh dan kekuatan secara fisik juga merupakan bagian dari perbedaan itu. Tapi ada satu hal penguat dari semua perbedaan bahwa perempuan memiliki ketangguhan dalam mengarungi kehidupan.
Ketangguhan telah menjadikan perempuan memiliki modal cukup besar untuk menunjukkan bagaimana mengelola ketertinggalan. Perempuan yang tangguh tentu tidak sekedar menjalankan siklus klasik yang selama ini tepusat pada kegiatan menghias diri, menanak nasi dan berhenti ketika sudah mengurus buah hati.
Ketangguhan itu harus diterjemahkan dengan tindakan yang tidak bersinggungan dengan kodrat ilahiyah. Perempuan tangguh harus memiliki sifat kompetitif sejalan dengan semangat fastabiqulkhoirot yang harus dijadikan pemantik sebuah semangat.
Perempuan harus mulai masuk dalam wilayah dominasi laki-laki. Tentu persoalan ketangguhan adalah bagian dari hal utama dalam menangkal derasnya sebuah persaingan. Dalam sejarah perjuangan perempuan modern Hillary Clinton rasanya cocok menjadi contoh  terhadap profil perempuan tangguh itu.
Pada tahun 2016 Hillary dikalahkan pada electoral vote dalam ganasnya pertarungan perebutan presiden di negara dimana kran demokrasi dibuka lebar-lebar. Amerika adalah simbol dari bagaimana kesetaraan gender itu dicontohkan sehingga terbuka lebar bagi perempuan Amerika untuk masuk bersaing dalam setiap lini kehidupan.
Sistem pemilihan yang mengabaikan popular vote telah menyebabkan Hillary harus memberi ucapaan selamat kepada Trump. Tidak hanya itu, Pada 2008 silam Hillary juga dikalahkan oleh Barack Obama dalam konvensi Partai Demokrat.
Tidak mudah bagi Hillary untuk mewujudkan teriakan perempuan modern seputar kesetaraaan gender dalam realitas nyata. Dalam urusan hati, Hillary juga pernah disakiti oleh Bill Clinton yang merupakan suami sekaligus presiden Amerika. Kisah cinta Bill dengan salah satu anak magang Gedung Putih sempat menjadi buah bibir yang menggemparkan warga Amerika dan Dunia. Hillary sebagai ibu negara merasa ditampar secara berjamaah oleh rakyat Amerika bagaimana mungkin seorang Presiden bermain serong sebanyak 3 kali dengan anak magang?
Tangguhnya Hillary dalam menjalani kehidupan juga membuahkan hasil. Hillary tetaplah dikenang sebagai ibu negara, seorang menteri luar negeri Amerika sekaligus politisi perempuan yang tangguh. Pengalaman Hillary tentu merupakan puncak dari bagaimana sesungguhnya tajamnya dinamika yang terjadi dalam aktivitas kehidupan perempuan.
Dengan demikian perempuan tetaplah tangguh dibalik perbedaan yang menjadi kodrat ilahiyah. Perempuan  adalah sumber peradaban yang utama karena menghasilkan keturunan yang akan menulis ceritanya masing-masing. Sulit membayangkan jika tanda-tanda dari kiamat itu adalah matinya perempuan dan mendominasinya laki-laki? Nampaknya itu terlalu utopis, peradaban akan tetap berlanjut karena masih ada wanita tangguh yang bernama IMMAWATI.

Senin, 19 November 2018

Surat Kecil Untukku

Nama   : Intan Nia Tata Ayu
NIM     : 180321100077
Shift     : 1B


Anakku ......
Ketika aku tua......
Aku harap kau mengerti dan
sabar padaku........
Ketika aku memecahkan piring atau
menjatuhkan sop dari meja karena
penglihatanku berkurang.
Aku berharap kamu tidak berteriak memarahiku....
Orang yang sudah tua sangat sensitif......
Milikilah belas kasih ketika kamu
harus berteriak marah......

                       Ketika lisanku berkurang dan aku
                                         tidak mendengar apa yang kamu katakan.......
                          Aku berharap kamu tidak berteriak 
                      padaku,'' Ulangi apa yang kamu 
        katakan atau tuliskan!'' 
                   Aku minta ''Maaf''' anakku......
Aku ''Menua''........

Ketika lututku melemah, aku berharap
kamu sabar membantuku berdiri.......
Seperti dulu aku melakukannya padamu
ketika kamu kecil.......
Ketika kamu belajar bagaiman berjalan.......
Mohon tahan terhadapku.....


       Ketika aku tetap mengulangi 
          perkataanku mengenai ingatan-
ingatanku yang salah......
                                   Aku berharap kamu tetap mendengarkanku......
              Aku mohon jangan menertawaiku
                 atau tidak suka mendengarkanku.....


Kamu ingat ketika kamu kecil
dan ingin balon?
Kamu begitu bertingkah berlebihan.....
Melakukan apapun dan menangis.......
Sampai kamu mendapatkan apa yang kamu mau......

                             Aku mohon, maafkan bauku juga......
                      Bauku seperti orang yang tua.....
                     Aku mohon jangan memaksaku
                  dengan keras untuk mandi......
 Tubuhku lemah......
                          Orang yang tua mudah sakit ketika
      mereka kedinginan.....
                                                Aku berharap aku tidak mempermalukanmu.......
                        Ingatlah kamu ketika kamu kecil?
                         Aku mengejar dan menangkapmu 
                       karena kau tidak mau mandi.......

Aku berharap engkau bisa sabar denganku......
Ketika aku mulai mudah ngambek
dan mengomel..........
Itu semua bagian dari "Tua"......
Kau akan mengerti ketika kamu semakin tua.....

                        Ketika waktu itu datang, aku sakit
                     dan terbaring di tempat tidur.......
                                   Aku berharap kamu sabar merawatku.......
Aku minta maaf......
                     Jika tiba-tiba buang air di tempat 
                 tidur atau menyusahkanmu......
        Aku berharap kamu sabar
                          merawatku sampai akhir hidupku......

Aku akan pergi dalam waktu yang
tidak lama lagi.......
Ketika waktu kematianku datang.......
Aku berharap kamu bisa memegang tanganku
dan memberiku kekuatan untuk menghadapi "Mati"......
Dan jangan cemas.......
Ketika aku bertemu Tuhan
aku akan berbisik kepada-Nya.....
Untuk memberkati dan merahmatimu......
Karena kamu mencintai ibu dan ayahmu.....
Terima kasih banyak telah merawat kami......
Kami mencintaimu dengan banyak cinta........




 



Aku Cemburu Padamu

Nama   : Intan Nia Tata Ayu
NIM     : 180321100077
Shift     : 1B

Ukhti aku cemburu padamu.....
Saat kau marah kau mampu
Memadamkan amarahmu.....
Dan kau memilih menyimpannya daripada
Meluapkannya.....
Padahal kau tahu saat itu hatimu sedang
Terluka.....

Ukhti aku cemburu padamu.....
             Saat mereka jalan -jalan, kau habiskan 
         Waktumu untuk hal yang berguna.....
                Kau tak hiraukan ajakan mereka dan kau
             Sibukkan dirimu dengan cinta ALLAH
                             Subhanahu Wa Ta'ala dan cinta Rasulullah SAW.


 Ukhti aku cemburu padamu......
Setiap hari kau panjangkan jilbabmu.....
Kau tebarkan senyum semangatmu.....
Padahal kau tahu saat itu mereka berbisik
Tentang perubahanmu.....

Ukhti aku cemburu padamu.....
   Aku cemburu dengan diammu.....
                  Dengan tunduknya pandanganmu saat kau 
                           Berhadapan dengan yanng bukan muhrimmu......
 Kau hanya bicara seperlunya......
           Karena kau takut pada fitnah dunia......

Ukhti aku ingin sepertimu........
Terimakasih atas dedekasimu......
Aku akan berusaha belajar sepertimu.....
Yang nantinya akan menjadi seperti yang ku harapkan........

Cahaya Harapan

Inginku berlari..............
Namun.......Terhalang tembok romawi......
Tak dapat kupungkiri ternyata tak dapatku lewati........
Anganku pun berubah menjadi............
Nada-nada yang tak berarti.......


   Naungan doa pun tak pernah menjauh..........
                       Inilah pegangan yang tak pernah mengecewakan...........   
Akan semua apa yang menjadi harapan.......


Tiada kusangka dari mana datangnya........
Ada secerca harapan yang menghampiri........
Tentang harapan yang ku nanti...........
Akan pencapaian yang ku mau...........

 
                                               Ayolah.......
           Yakinlah pada dirimu..........Bahwa kamu bisa........
Untuk menjadi apa yang kau harapkan.........




Nama    : Intan Nia Tata Ayu
NIM      : 180321100077
Shif       : 1B

Jumat, 16 November 2018

Tujuan Kuliah Di Universitas Trunojoyo Madura

Tujuan saya kuliah di Universitas Trunojoyo Madura ini adalah untuk menuntut ilmu yang nantinya dapat saya abdikan ilmu yang saya miliki kepada masyarakat luas khususnya di dearah tempat kelahiran saya. Selain menuntut ilmu saya juga ingin menambah wawasan dan pengalaman saya dalamkeidupan saya.Tidak hanya itu saja saya ingin memperbanyak bekal saya dalam menghadapi dunia yang sangat keras ini.
Dalam perkuliahan ini saya mengambil program studi agribisnis. Mengapa saya mengambil program studi agribisnis karena saya memajukan pertanian yang ada di desa saya. Dengan cara memaksimalkan potensi pertanian yang ada. Tidak hanya pertaniannya saja melainkan juga memaksimalkan kinerja para petaninya.
Di desa saya sebenarnya sangat cocok untuk di buat usaha pertanan karean letaknya yang sangat strategis. Banyak usaha pertanian yang yang berpeluang besar dapat dilakukan di sana.  Namun unntuk saat ini para petaninya belum bisa memanfaatkan hal tersebut secara maksima. Oleh karena itu saya berharap nantinya saya dapat membawa perubahan besar dalam usaha pertanian yang ada di desa saya.
Nama  : Intan Nia Tata Ayu
NIM    : 180321100077
Shif     : 1B

Mengantongi Restu Seorang Ibu

Alhamdulliah saya lolos SBMPN dan saya sangat senang sekali namun disisi lain saya juga binggung ada salah satu masalah yang menghalangi saya untuk melanjutkan kuliah di Universitas Trunojoyo Madura. Masalalahnya yaitu ibu melarang saya untuk mengambil kesempatan ini karena beliau khawatir dengan putri satu-satunya. Ibu saya terpengaruh oleh dokrtin bahwa Madura itu daerah rawan begal dan kriminalitas. Namun disisi lain Bapak mendukung saya sepenuhnya apakah saya ingin mengambilnya atau tidak Bapak akan selalu mendukung.
Saya sangat sedih sekali karena ibu saya tidak ikhlas untuk mengizinkan saya kuliah di Universitas Tronojoyo Madura. Disini saya bekerja lebih keras lagi dalam menyakinkan ibu saya agar mampu merelakan putri kesayangannya untuk menuntut ilmu di tanah Madura. Mendekati hari untuk untuk verifikasi data ke Madura ibu semakin sedih dan beliau tetap tidak rela untuk mengizinkan saya pergi Ke Madura. Saya cuma berdoa dan meminta kepada Allah SWT agar diberikan jalan yang terbaik yaitu apakah saya harus menuruti kemauan ibu saya atau kah saya tetap berangkat menuntut ilmu tanpa restu dari seorang ibu yang selama ini selalu mendoakan saya siang malam.
Hari berganti hari ibu tetap saja pada pendiriannya hingga tibalah dimana tim survey datang kerumah untuk menyurvey tempat tinggal saya karena saya termasuk salah satu calon mahasiswa yang mengajukan beasiswa bidikmisi pemerintah. Ibu saya mulai bisa merelakan saya untuk pergi menuntut ilmu damun dengan syarat kalau saya nanti keterima sebagai mahasiswa penerima beasiswa bidikmisi. Tibalah waktu pengumuman bidikmisi alhamdulillahnya saya keterima sebagai calon mahasiswa penerima beasiswa bidikmisi. Ternyata Allah mempunyai cerita yang sangat indah dan ibu saya sudah mengikhlaskan saya untuk mengambil beasiswa tersebut. Dan akhirnya saya bisa kuliah di Universitas Trunojoyo Tercinta ini dengan mengantongi restu orang tua dan tidak membebankan orang tua dengan biaya perkuliahan yang sangat mahal.


Nama   : Intan Nia Tata Ayu
NIM     : 180321100077
Shif      : 1B

Selasa, 13 November 2018

Awal Cerita Memilih Universitas Trunojoyo Madura

          Postingan saya yang kemarin itu menceritakan belum beruntungnya saya dalam memilih universitas yang  ingin saya masuki. Namun memang belum keberuntungan saya untuk lolos seleksi yang saya ikuti. Memang kehendak Allah SWT tidak meloloskan saya dalam seleksi ini tapi dibalik itu semua ternyata Allah SWT menyimpan rahasia yang sangat indah untuk saya. Ternyata pilihan Universitas dan jurusan yang saya pilih dan menurut saya sudah yang terbaik untuk saya, tapi menurut Allah SWT bukan yang terbaik untuk saya. 
           Berhubung Universitas yang ingin saya masuki Universitas swasta jadi pendaftarannnya masih di awal sebelum SNMPTN jadi saya masih punya kesempatan lagi untuk memilih Universitas yang ingin saya masuki. Waktu SNMPTN kemari saya memilih Universitas Brawijaya Malang dan Universitas Negeri Jember. Namun disini saya mengalami kegagalan yang kedua kalinya saya masih belum beruntung dalam memilih Universitas yang saya inginkan. Di titik inilah saya mulai tidak bersemangat untuk melanjutkan pendidikan saya, namun keluarga dan sahabat saya selalu mendukung dan memberikan semangat kepada saya.
          Dulu saya berfikir setelah tidak lolos SNMPTN saya tidak akan ikut SBMPTN karena menurut saya itu persaingannya lebih sulit lagi. Disini saya mulai binggung mau kemanakah saya setelah lulus SMA, pertayaan-pertayaan itulah yang selalu muncul dalam pikiran saya. Setelah pengumuman SNMPTN dulu saya sudah banyak liburnya dan Bapak Yayasan  menyuruh saya mengikuti seminar yang diadakan oleh pimpinan daerah yang bertepatan di Surabaya dan saya pun berangkat untuk mengikuti seminar tersebut. Seminar yang saya ikuti adalah seminar tentang memberi pandanga apa yang akan kita lakukan setelah lulus SMA, seminar ini sangat cocok dengan permasalahn yang sedang saya hadapi. Dari seminar inilah saya mulai bangkit dan memiliki tujuan kembali, saya memutuskan untuk mengikuti SBMPTN itupun saya daftarnya hari terakhir pendaftaran.
          Pada SBMPTN kali ini saya tetap memilih Universitas Brawijaya Malang sebagai pilihan pertama dan kedua saya dan Universitas Trunojoyo Madura sebagai pilihan ketiga saya. Mengapa saya mengganti pilihan saya yang tadinya Universitas Negeri Jember menjadi Universita Trunojoyo Madura, karena ada teman saya yang bilang bahwa sebenarnya Universitas Tronojoyo Madura masih membuka banyak peluang bagi yang ingin mendaftar namun banyak diantara kita yang gengsi untuk memilihnya. Menurut saya benar juga apa yang di bilang oleh teman saya dan persaingannya pun mungkin juga tidak terlalu sulit. Setah menunggu beberapa bulan nakhirnya tibalah pengumuman SBMPTN dan Alhamdulillah saya keterima di Universitas Trunojoyo Madura.

Nama    : Intan Nia Tata Ayu
NIM      : 180321100077
Shif       : 1B

Senin, 12 November 2018

Cerita Awal

          Awal cerita jujur saja saya dulu sebenarnya tidak ada niatan untuk kuliah di Universitas Trunojoyo Madura. Samalah sama teman-teman yang lain ingin kuliah di perguruan ting yang besar dan terkenal. Waktu SMA kelas XII tujuan saya pokoknya kuliah di Malang atau di Yogyakarta dengan jurusan kesehatan, karena memang dulu cita-cita saya adalah ingin menjadi seorang dokter atau bidan. Namun tau sendirikan kalau biaya kuliah untuk jurusan kedokteran itu biayanya sangatlah mahal sekali. Saya tau bahwa orang tua saya pun tidak akan mampu untuk membiayai saya kuliah jurusan kedokteran, karena orang tua saya hanyalah petani kecil yang sesekali menjadi buruh tani di ladang orang lain untuk memenuhi kebutuhan hidup kami sekeluarga.
          Saya dulu setelah lulus SMP saya ikut yayasan yang mau menyekolahkan anak-anak yang punya keinginan besar untuk menuntut ilmu ke jenjang SMA, namun tekendala biaya dan jarak yang sangatlah jauh karena letak rumah saya yang sangat jauh dari SMA terdekat. Dengan adanya saya yang ikut keyayasan lebih meringankan beban orang tua saya.Berhubung yayasan saya mempunyai hubungan yang baik dengan universitas swasta milik Muhammadiyah,kareana yayasan saya adalah yayasan milik muhammmadiyah aisyiyah.Dari situlah saya diajarkan tentang jangan malu untuk memiliki cita-cita yang tinggi dan saya pun mulai mencari informasi tentang beasiswa untuk jurusan kesehatan.Dan sekalian saya mencari orang tua angkat baru yang mau mengangkat saya untuk menjadi anak asuhnya pada saat kuliah.
          Alhamdulilah ternyata Universitas Muhammadiya Yogyakarta membuka beasiswa untuk anak panti yang yang tidak punya orang tua maupun untuk anak panti yang kurang mampu.Dengan dibukanya beasiswa ini saya semakin semangat untuk meraih cita-cita saya yang sangat tinggi ini.Saya pun langsung menyiapkan berkas-berkas yang diperlukan dan menyiapkan diri untuk menghadapi beberapa ujian yang digunakan sebagai seleksi untuk mahasiswanya. Namun ternyata Allah SWT belum mengijinkan saya untuk lolos seleksi tersebut. Mungkin itu juga kesalahan saya kareana cita-cita saya yang sangat tinggi dan tidak menyadari kemampuan saya.Oleh karena itu untuk teman-teamanku jika ingin melanjutka kuliah jangan lupa lihat dulu kemampuan kita masing-masing dan jangan liat Universitasnya.


Nama    : Intan Nia Tata Ayu
NIM      : 180321100077
Shif       : 1B

Minggu, 04 November 2018

Gunung Wilis

Gunung Wilis adalah Gunung yang berada di dataran tinggi daerah Jawa Timur, gunung non aktif ini belum banyak terjamahi oleh para pendaki karena disana belum berada jalur resmi untuk para pendaki. Gunung yang memiliki 2169 mdpl dan mecakup 6 Kabupaten yaitu Kediri, Madiun, Nganjuk, TulungAgung, Trenggalek, Ponorogo.
Nama Gunung Wilis juga digunakan oleh Kereta Api Indonesia yaitu Argo Wilis dengan Rute Bandung sampai Surabaya Gubeng dengan memiliki waktu tempuh sekitar 12jam, Kereta Api ini juga memiliki 2 jadwal keberangkatan, Keberangkatan dri Bandung pukul 08.30 WIB dan dari Surabaya 07.00 WIB.
Foto by World Travel Server
Pendakian Gunung Wilis dari arah timur dapat dimulai melalui Kabupaten Kediri tepatnya Kecamatan Mojo. Jalan menuju ke puncak gunung Wilis sudah dibangun memadai melalui Mojo. Selain pendakian melalui Kecamatan Mojo, menuju ke puncak juga bisa melalui Kecamatan Semen. Jalan alternatif baru yang dibangun oleh pihak pemerintah Kediri sangat memadai, dengan luas jalan yang bisa dilalui oleh 2 mobil. Sementara itu dari arah selatan Gunung Wilis dapat didaki dari Kecamatan Sendang, Kabupaten Tulungagung. Apabila ingin mencapai Gunung Wilis dari arah utara, pendakian dapat dimulai dari Kabupaten Nganjuk, sementara dari arah barat, pendakian dapat dimulai dari Kabupaten Ponorogo atau Kabupaten Madiun.
Obyek wisata Gunung Wilis yang paling banyak adalah air terjun, namun belum begitu dikembangkan hingga saat ini. Beberapa tempat pariwisata yang kini mulai dikembangkan dan mulai dikenal masyarakat luas adalah Air Terjun Ironggolo, Air Terjun Dholo yang terletak di Desa Jugo, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri. Di kawasan lereng Gunung Wilis juga terdapat Gereja Pohsarang serta Gua Maria Pohsarang yang terletak di Desa Puhsarang, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri.
Foto by morceaucoeursousetoiles
Air Terjun Ironggolo dan Dholo yang terletak di Desa Jugo biasa dikunjungi tak hanya warga Kediri, tetapi juga warga dari kota lain untuk melepaskan penat. Terletak di dataran tertinggi yang bisa ditempuh oleh kendaraan baik dari arah Mojo maupun Semen, membuat Kawasan Wisata Desa Besuki menjadi tujuan wisata terbaik untuk menghirup udara segar pegunungan. Kedua tempat wisata ini bisa ditempuh dalam kurun waktu 30-45 menit melalui jalur darat, baik dari jalur Mojo maupun Semen.

Ujian Akhir Semester

  Strategi Pemasaran Beras Merah Organik                                                                                        Perkemba...