Kehadiran IMMawati merupakan salah satu faktor Ikatan Mahasiswa
Muhammadiyah (IMM) bisa menjadi organisasi yang besar seperti saat ini.
IMM patut bersyukur, dengan kehadiran IMMawati di dalam tubuh IMM
membuatnya menjadi organisasi yang dinamis dan sangat cocok untuk
membangun tradisi intelektual yang hari ini mulai ditinggalkan oleh
banyak generasi muda. Peran IMMawati yang begitu signifikan dalam
menjalankan dan merawat keberlangsungan IMM sebagai organisasi
intelektual tidak perlu diragukan, semangat pembaharuan yang teraptri di
dalam jiwa seorang IMMawati sangat terlihat ketika para IMMawati
bergerak untuk membangun kemaslahatan ummat, bangsa dan Negara.
Salah satu tokoh perempuan panutan IMM , yakni Ny. Elyda Djazman pun
adalah seorang perempuan yang lahir dari rahim IMM dan besar dengan
menyandang nama IMMawati dipundaknya. Kebanggannya sebagai seorang
IMMawati terlihat tatkala beliau dengan tulus mengabdi baik di IMM,
maupun di perseyerikatan Muhammadiyah. Beliau bahkan menjadi Ketua Umum
PP Aisyiah selama tiga periode. Waktu yang cukup lama bagi sebuah
organisasi sekaliber Aisyiah. Ny. Elyda adalah seorang IMMawati yang
dikenal sangat tangguh, cerdas, dan terampil dalam mengelola organisasi,
pengalamannya yang sangat banyak membuatnya mampu membesarkan nama
IMMawati dan Persyerikatan hingga ke tingkat internasional.
Meskipun beliau merupakan istri dari seorang Djazman Alkindi (pendiri
IMM dan ketua IMM pertama), tapi beliau bukanlah besar karena kehadiran
suami. Justru Ny. Elyda tumbuh menjadi kader Muhammadiyah saat masih
berusia belia. Karena semangat ber-Muhammadiyah sudah dimilikinya sejak
belia itulah yang menghantarkan beliau menjadi seorang tokoh panutan
bagi kader-kader muda Muhammadiyah, khususnya IMM. Perannya sebagai
seorang perempuan dalam dunia public begitu terasa saat masih aktif di
Aisyiah, di mana beliau banyak berkutat pada isu-isu perempuan seperti
TKW, Pekerja Seks, dan seputar kesehatan. Beliau bahkan sering diundang
untuk menjadipembicara di foruminternasional di sejumlah Negara Eropa
dan Asia, termasuk di forum World Healt Organization (WHO). IMM tentu
bangga dengan sosok beliau, seorang IMMawati yang selalu memberikan
contoh bagi kader muda dalam ber-Muhammadiyah dan ber-IMM. Sebagai
seorang IMMawati, beliau tidak hanya panutan bagi kader-kader
Muhammadiyah, namun juga panutan yang sangat disegani di dunia karena
kemampuannya yang jarang dimiliki oleh perempuan manapun.
Selain itu, satu hal yang tidak bisa lepas dari beliau adalah daya
kritis dan sikap proaktif yang selalu menjadi ciri khas. Daya kritis dan
sikap proaktif yang selama ini menjadi ciri khas beliau harus dipegang
teguh dan dicontoh oleh para IMMawati dewasa ini. Hal ini sangat penting
untuk ditumbuhkan agar IMMawati tidak kehilangan identitasnya sebagai
seorang aktivis Muhammadiyah yang banyak mengurusi masalah ummat.
Seorang IMMawati harus mampu menumbuhkan daya kritis karena perannya
sebagai kaum intelektual yang berfungsi untuk melahirkan sebuah gagasan
perubahan dan problem soulving bagi setiap masalah yang ada. Sama halnya
dengan sikap proaktif yang merupakan bentuk impelementasi dari
kompetensi humanitas yang selama ini menjadi identitas seorang kader
IMM. Seorang kader Muhammadiyah, khususnya IMMawati juga perlu memupuk
sikap proaktif agar menjadi manusia-manusia yang berfungsi secara
sosial. Proaktif dalam hal ini adalah sikap yang dibangun dan disalurkan
dalam wilayah-wilayah kemanusiaan yang hari ini miskin akan perhatian
publik. Di tengah maraknya dehumanisasi yang terjadi, sikap proaktif
adalah solusi agar masalah ini tidak menjalar ke mana-mana dan berdampak
pada stabilitas hidup masyarakat yang kadung terbengkalai.
Lantas, mengapa IMM harus bangga memiliki IMMawati?
Kisah Ny. Elyda adalah satu dari sekian banyak contoh yang bisa kita
lihat jika membicarakan peran IMMawati di IMM. Kebanggan IMM terhadap
IMMawati bisa dirasakan pada dua hal. Pertama, IMM patut merasa bangga
terhadap IMMawati karena perannya dalam menjaga eksistensi IMM hingga
hari ini. Peran IMMawati yang sangat terasa dalam IMM adalah
kehadirannya yang mampu menjadi penyeimbang sekaligus pendorong spirit
perjuangan kader-kader IMM dalam menghentaskan berbagai pesoalan
ke-ummatan. IMMawati yang perannya sebagai penopang perjuangan IMM mampu
menghadirkan kenyamanan dan semangat berjuang yang tidak pernah sulut,
bahkan terus berkobar hingga ke sanubari.
Maka tak salah jika IMMawati kita pandang sebagai perempuan laksana
Khadijah yang selalu meyakinkan Muhammad dalam membawa risalah Tuhan
agar sampai kepada ummat manusia, tsk dslsh pula bila IMMawati dianggap
laksana Fatimah yang tiada henti mendampingi Soekarno dalam menjaga
Indonesia agar tidak direbut oleh para penjajah, atau IMMawati laksana
Walidah yang senantiasa ada ketika Ahmad Dahlan tengah tepuruk karena
fitnah yang didapatkannya akibat mendakwahkan kebenaran Islam. Kebesaran
IMM sebagai salah satu organisasi mahasiswa banyak disebabkan oleh
kehadiran IMMawati yang tidak pernah berhenti menopang perjuangan IMM di
tengah masyarakat. IMMawati bagi IMM bagaikan alas peradaban, tanpa
IMMawati IMM hingga hari ini tidak akan mampu berbuat banyak untuk
kemajuan bangsa Indonesia.
Kedua, kehadiran IMMawati membuat IMM sangat terbantu dalam
mengaktualisasikan gerakan sosial yang selama ini menjadi identitas
gerakan. IMMawati sebagai makhluk Tuhan yang sangat istimewa diberkahi
dengan jiwa sosial yang tinggi menguatkan identitas gerakan humanitas
IMM. Di tengah kondisi bangsa yang terus ditimpa berbagai konflik
sosial, seperti kesenjangan, kemiskinan, dan ketertindasan, IMMawati
hadir sebagai motor penggerak perubahan demi terwujudnya masayarakat
utama. Hal ini bisa kita lihat dari apa yang telah dilakukan oleh Ny.
Elyda Djazman yang kala masih aktif di struktur persyerikatan, bahwa
sebagai IMMawati dia tidak pernah berhenti untuk menyuarakan
kepeduliannya pada persoalan-persoalan sosial yang ada, terlebih lagi
pada persoalan-persoalan perempuan.
Maka wajar saja bila IMM begitu bangga memiliki IMMawati, karena
peran krusialnya dalam mengawal gerakan yang telah digagas oleh IMM
sejak berdiri. Ketabahan dan keikhlasan untuk memberikan yang terbaik
bagi kepentingan ummat membuat IMM masih bisa dirasakan perannya sebagai
salah satu organisasi yang penting bagi bangsa Indonesia. Tidak hanya
itu, kehadiran IMMawati juga membuat IMM menjadi organisasi yang
egaliter, menjunjung persamaan, dan menjadi organisasi yang
mengedepankan nilai-nilai kesantunan dalam berinteraksi dengan
lingkungan sosial. IMMawati adalah tumpuan bagi IMM, tanpa IMMawati IMM
menjadi oganisasi yang pincang dalam mengarungi gerak dan langkahnya
sebagai organisasi yang didirikan untuk membela kepentingan ummat.
IMMawati dengan segala hal yang melekat pada dirinya penyempurna bagi
IMM dan Perseyerikatan Muhammadiyah.
“Jika ada manusia yang merendahkan
seorang perempuan katakan padanya bahwa seorang bayi tidak dilahirkan
dari rahim seorang laki-laki” (Adi Munazir)
Masih di pagi yang buta, sayup-sayup dia
mulai melantukan bacaan surat annisa ayat 11. Air matanya berlinang
membasahi mushaf pemberian salah satu senior pada saat dia mengikuti
kegiatan masa taaruf mahasiswa (mastama). Hidupnya mulai berubah
semenjak mengikuti Darul Arqom Dasar (DAD) yang diselenggarakan salah
satu komisariat.
Pesan-pesan pertobatan menghujam tepat di
dasar dadanya dan merupakan titik balik dia menemukan jalan perbaikan.
Materi Keislaman menjadi materi yang paling diingat dan telah
mengatrolnya naik dari kubangan gelap pesona dunia sekaligus peta awal
dia mengawali berhubungan intim dengan pemahaman islam yang
sesungguhnya.
Hidupnya tidak lagi tentang menebalkan
ginju merah di dua buah bibirnya. Tidak juga tentang pamer kegiatan di
laman-laman media sosialnya. Kebiasaan lama benar-benar ditinggalkan,
kini dia membayarnya dengan ucapan yang bernilai pahala, tindakan yang
produktif dan perilaku sopan yang selalu ditunjukkan. Parasnya yang
aduhai membuat lelaki berucap istigfar berkali-kali dan terus mencari
tahu siapakah gerangan ini, wahai Tuhan pemilik hati?.
Jika hadis menggariskan memilih wanita
karena 4 hal; kecantikan, keturunan, harta dan agama. Maka kehadirannya
sebagai seorang mahasiswi yang aktif berorganisasi telah menambah syarat
“aktivis” bagi laki-laki yang akan mempersuntingnya.
Ada guyonan sederhana yang muncul ketika
para aktivis memperbincangkan perihal mengapa seorang the future wife
haruslah seorang aktivis, jawaban yang keluar dari Ozan pada saat itu
adalah agar si dia bisa diajak melek sampe pagi (begadagangan). Jawaban
tersebut juga ada benarnya, mahasiswi yang berlatarbelakang aktivis
memiliki kepekaan yang berbeda dalam melihat persoalan hidup dan terbuka
dalam menjaga ritme interaksi sosial.
Sosok perempuan yang dididik dalam
organisasi biasanya merasakan betul bagaimana dominasi laki-laki menjadi
hal yang biasa dan tejadi kesenjangan kuantitas yang tidak mudah
dijelaskan dengan sesederhana mungkin. Ada banyak faktor yang
menyebabkan perasaan itu muncul kepermukaan.
Doktrin kultural menjadikan perempuan
berfikiran bahwa mereka bukan yang utama dalam tatanan sosial
masyarakat. Dimana-mana suara perempuan tetaplah suara lapis kedua
(backing vokal) sehingga aspirasi jarang tersampaikan. Pun tidak bisa
disalahkan bahwa sifat seorang perempuan yang inferior telah membawanya
pada manusia kedua (the second man) dalam dialektika kehidupan.
Dalam konteks yang lain perempuan
memiliki sifat dan ikatan rasa malu yang cukup tinggi kitab Fathul Izzar
menyebutkan bahwa syahwat itu ada sepuluh bagian sembilan bagian adalah
bagi wanita dan satu bagian lagi bagi laki-laki, hanya saja Alloh
menutup wanita dengan perasaan malu yang cukup kuat.
Jika kita melihat kondisi perempuan di
negara-negara yang maju, rasa malu sudah diterjemahkan ke arah yang
lebih progresif, meskipun aspek negatif dan positif masih dapat
diperdebatkan. Tidak demikian dengan perempuan yang berada pada wilayah
dengan doktrin patrilineal yang ketat. Pemaknaan rasa malu yang salah
telah menyebabkan perempuan tidak memiliki sensivitas dan sikap utama
dalam mengikis dan menghadapi sebuah persolan. Kondisi tersebut tentulah
mengecewakan sehingga memunculkan perasaan daripada malu-maluin lebih
baik mundur dari garis perjuangan.
Memang benar bahwa tidaklah sama antara
perempuan dan laki-laki begitulah Allah memberikan patokannya dalam Ali
Imran (36). Tentu ayat tersebut tidak mungkin ditafsirkan dalam segala
lini kehidupan sehingga menjadi dasar untuk tidak menjadi perempuan yang
maju dalam fikiran dan juga pergerakan. Secara fisik alat kelamin
masing-masing memiliki bentuk dan fungsi yang berbeda-beda, postur tubuh
dan kekuatan secara fisik juga merupakan bagian dari perbedaan itu.
Tapi ada satu hal penguat dari semua perbedaan bahwa perempuan memiliki
ketangguhan dalam mengarungi kehidupan.
Ketangguhan telah menjadikan perempuan
memiliki modal cukup besar untuk menunjukkan bagaimana mengelola
ketertinggalan. Perempuan yang tangguh tentu tidak sekedar menjalankan
siklus klasik yang selama ini tepusat pada kegiatan menghias diri,
menanak nasi dan berhenti ketika sudah mengurus buah hati.
Ketangguhan itu harus diterjemahkan
dengan tindakan yang tidak bersinggungan dengan kodrat ilahiyah.
Perempuan tangguh harus memiliki sifat kompetitif sejalan dengan
semangat fastabiqulkhoirot yang harus dijadikan pemantik sebuah
semangat.
Perempuan harus mulai masuk dalam wilayah
dominasi laki-laki. Tentu persoalan ketangguhan adalah bagian dari hal
utama dalam menangkal derasnya sebuah persaingan. Dalam sejarah
perjuangan perempuan modern Hillary Clinton rasanya cocok menjadi
contoh terhadap profil perempuan tangguh itu.
Pada tahun 2016 Hillary dikalahkan pada
electoral vote dalam ganasnya pertarungan perebutan presiden di negara
dimana kran demokrasi dibuka lebar-lebar. Amerika adalah simbol dari
bagaimana kesetaraan gender itu dicontohkan sehingga terbuka lebar bagi
perempuan Amerika untuk masuk bersaing dalam setiap lini kehidupan.
Sistem pemilihan yang mengabaikan popular
vote telah menyebabkan Hillary harus memberi ucapaan selamat kepada
Trump. Tidak hanya itu, Pada 2008 silam Hillary juga dikalahkan oleh
Barack Obama dalam konvensi Partai Demokrat.
Tidak mudah bagi Hillary untuk mewujudkan
teriakan perempuan modern seputar kesetaraaan gender dalam realitas
nyata. Dalam urusan hati, Hillary juga pernah disakiti oleh Bill Clinton
yang merupakan suami sekaligus presiden Amerika. Kisah cinta Bill
dengan salah satu anak magang Gedung Putih sempat menjadi buah bibir
yang menggemparkan warga Amerika dan Dunia. Hillary sebagai ibu negara
merasa ditampar secara berjamaah oleh rakyat Amerika bagaimana mungkin
seorang Presiden bermain serong sebanyak 3 kali dengan anak magang?
Tangguhnya Hillary dalam menjalani
kehidupan juga membuahkan hasil. Hillary tetaplah dikenang sebagai ibu
negara, seorang menteri luar negeri Amerika sekaligus politisi perempuan
yang tangguh. Pengalaman Hillary tentu merupakan puncak dari bagaimana
sesungguhnya tajamnya dinamika yang terjadi dalam aktivitas kehidupan
perempuan.
Dengan demikian perempuan tetaplah
tangguh dibalik perbedaan yang menjadi kodrat ilahiyah. Perempuan
adalah sumber peradaban yang utama karena menghasilkan keturunan yang
akan menulis ceritanya masing-masing. Sulit membayangkan jika
tanda-tanda dari kiamat itu adalah matinya perempuan dan mendominasinya
laki-laki? Nampaknya itu terlalu utopis, peradaban akan tetap berlanjut
karena masih ada wanita tangguh yang bernama IMMAWATI.
Nama : Intan Nia Tata Ayu
NIM : 180321100077
Shift : 1B
Anakku ......
Ketika aku tua......
Aku harap kau mengerti dan
sabar padaku........
Ketika aku memecahkan piring atau
menjatuhkan sop dari meja karena
penglihatanku berkurang.
Aku berharap kamu tidak berteriak memarahiku....
Orang yang sudah tua sangat sensitif......
Milikilah belas kasih ketika kamu
harus berteriak marah......
Ketika lisanku berkurang dan aku
tidak mendengar apa yang kamu katakan.......
Aku berharap kamu tidak berteriak
padaku,'' Ulangi apa yang kamu
katakan atau tuliskan!''
Aku minta ''Maaf''' anakku......
Aku ''Menua''........
Ketika lututku melemah, aku berharap
kamu sabar membantuku berdiri.......
Seperti dulu aku melakukannya padamu
ketika kamu kecil.......
Ketika kamu belajar bagaiman berjalan.......
Mohon tahan terhadapku.....
Ketika aku tetap mengulangi
perkataanku mengenai ingatan-
ingatanku yang salah......
Aku berharap kamu tetap mendengarkanku......
Aku mohon jangan menertawaiku
atau tidak suka mendengarkanku.....
Kamu ingat ketika kamu kecil
dan ingin balon?
Kamu begitu bertingkah berlebihan.....
Melakukan apapun dan menangis.......
Sampai kamu mendapatkan apa yang kamu mau......
Aku mohon, maafkan bauku juga......
Bauku seperti orang yang tua.....
Aku mohon jangan memaksaku
dengan keras untuk mandi......
Tubuhku lemah......
Orang yang tua mudah sakit ketika
mereka kedinginan.....
Aku berharap aku tidak mempermalukanmu.......
Ingatlah kamu ketika kamu kecil?
Aku mengejar dan menangkapmu
karena kau tidak mau mandi.......
Aku berharap engkau bisa sabar denganku......
Ketika aku mulai mudah ngambek
dan mengomel..........
Itu semua bagian dari "Tua"......
Kau akan mengerti ketika kamu semakin tua.....
Ketika waktu itu datang, aku sakit
dan terbaring di tempat tidur.......
Aku berharap kamu sabar merawatku.......
Aku minta maaf......
Jika tiba-tiba buang air di tempat
tidur atau menyusahkanmu......
Aku berharap kamu sabar
merawatku sampai akhir hidupku......
Aku akan pergi dalam waktu yang
tidak lama lagi.......
Ketika waktu kematianku datang.......
Aku berharap kamu bisa memegang tanganku
dan memberiku kekuatan untuk menghadapi "Mati"......
Dan jangan cemas.......
Ketika aku bertemu Tuhan
aku akan berbisik kepada-Nya.....
Untuk memberkati dan merahmatimu......
Karena kamu mencintai ibu dan ayahmu.....
Terima kasih banyak telah merawat kami......
Kami mencintaimu dengan banyak cinta........
Nama : Intan Nia Tata Ayu
NIM : 180321100077
Shift : 1B
Ukhti aku cemburu padamu.....
Saat kau marah kau mampu
Memadamkan amarahmu.....
Dan kau memilih menyimpannya daripada
Meluapkannya.....
Padahal kau tahu saat itu hatimu sedang
Terluka.....
Ukhti aku cemburu padamu.....
Saat mereka jalan -jalan, kau habiskan
Waktumu untuk hal yang berguna.....
Kau tak hiraukan ajakan mereka dan kau
Sibukkan dirimu dengan cinta ALLAH
Subhanahu Wa Ta'ala dan cinta Rasulullah SAW.
Ukhti aku cemburu padamu......
Setiap hari kau panjangkan jilbabmu.....
Kau tebarkan senyum semangatmu.....
Padahal kau tahu saat itu mereka berbisik
Tentang perubahanmu.....
Ukhti aku cemburu padamu.....
Aku cemburu dengan diammu.....
Dengan tunduknya pandanganmu saat kau
Berhadapan dengan yanng bukan muhrimmu......
Kau hanya bicara seperlunya......
Karena kau takut pada fitnah dunia......
Ukhti aku ingin sepertimu........
Terimakasih atas dedekasimu......
Aku akan berusaha belajar sepertimu.....
Yang nantinya akan menjadi seperti yang ku harapkan........
Inginku berlari..............
Namun.......Terhalang tembok romawi......
Tak dapat kupungkiri ternyata tak dapatku lewati........
Anganku pun berubah menjadi............
Nada-nada yang tak berarti.......
Naungan doa pun tak pernah menjauh..........
Inilah pegangan yang tak pernah mengecewakan...........
Akan semua apa yang menjadi harapan.......
Tiada kusangka dari mana datangnya........
Ada secerca harapan yang menghampiri........
Tentang harapan yang ku nanti...........
Akan pencapaian yang ku mau...........
Ayolah.......
Yakinlah pada dirimu..........Bahwa kamu bisa........
Tujuan saya kuliah di Universitas Trunojoyo Madura ini adalah untuk menuntut ilmu yang nantinya dapat saya abdikan ilmu yang saya miliki kepada masyarakat luas khususnya di dearah tempat kelahiran saya. Selain menuntut ilmu saya juga ingin menambah wawasan dan pengalaman saya dalamkeidupan saya.Tidak hanya itu saja saya ingin memperbanyak bekal saya dalam menghadapi dunia yang sangat keras ini.
Dalam perkuliahan ini saya mengambil program studi agribisnis. Mengapa saya mengambil program studi agribisnis karena saya memajukan pertanian yang ada di desa saya. Dengan cara memaksimalkan potensi pertanian yang ada. Tidak hanya pertaniannya saja melainkan juga memaksimalkan kinerja para petaninya.
Di desa saya sebenarnya sangat cocok untuk di buat usaha pertanan karean letaknya yang sangat strategis. Banyak usaha pertanian yang yang berpeluang besar dapat dilakukan di sana. Namun unntuk saat ini para petaninya belum bisa memanfaatkan hal tersebut secara maksima. Oleh karena itu saya berharap nantinya saya dapat membawa perubahan besar dalam usaha pertanian yang ada di desa saya.
Nama : Intan Nia Tata Ayu
NIM : 180321100077
Shif : 1B
Alhamdulliah saya lolos SBMPN dan saya sangat senang sekali namun disisi lain saya juga binggung ada salah satu masalah yang menghalangi saya untuk melanjutkan kuliah di Universitas Trunojoyo Madura. Masalalahnya yaitu ibu melarang saya untuk mengambil kesempatan ini karena beliau khawatir dengan putri satu-satunya. Ibu saya terpengaruh oleh dokrtin bahwa Madura itu daerah rawan begal dan kriminalitas. Namun disisi lain Bapak mendukung saya sepenuhnya apakah saya ingin mengambilnya atau tidak Bapak akan selalu mendukung.
Saya sangat sedih sekali karena ibu saya tidak ikhlas untuk mengizinkan saya kuliah di Universitas Tronojoyo Madura. Disini saya bekerja lebih keras lagi dalam menyakinkan ibu saya agar mampu merelakan putri kesayangannya untuk menuntut ilmu di tanah Madura. Mendekati hari untuk untuk verifikasi data ke Madura ibu semakin sedih dan beliau tetap tidak rela untuk mengizinkan saya pergi Ke Madura. Saya cuma berdoa dan meminta kepada Allah SWT agar diberikan jalan yang terbaik yaitu apakah saya harus menuruti kemauan ibu saya atau kah saya tetap berangkat menuntut ilmu tanpa restu dari seorang ibu yang selama ini selalu mendoakan saya siang malam.
Hari berganti hari ibu tetap saja pada pendiriannya hingga tibalah dimana tim survey datang kerumah untuk menyurvey tempat tinggal saya karena saya termasuk salah satu calon mahasiswa yang mengajukan beasiswa bidikmisi pemerintah. Ibu saya mulai bisa merelakan saya untuk pergi menuntut ilmu damun dengan syarat kalau saya nanti keterima sebagai mahasiswa penerima beasiswa bidikmisi. Tibalah waktu pengumuman bidikmisi alhamdulillahnya saya keterima sebagai calon mahasiswa penerima beasiswa bidikmisi. Ternyata Allah mempunyai cerita yang sangat indah dan ibu saya sudah mengikhlaskan saya untuk mengambil beasiswa tersebut. Dan akhirnya saya bisa kuliah di Universitas Trunojoyo Tercinta ini dengan mengantongi restu orang tua dan tidak membebankan orang tua dengan biaya perkuliahan yang sangat mahal.
Nama : Intan Nia Tata Ayu
NIM : 180321100077
Shif : 1B
Postingan saya yang kemarin itu menceritakan belum beruntungnya saya dalam memilih universitas yang ingin saya masuki. Namun memang belum keberuntungan saya untuk lolos seleksi yang saya ikuti. Memang kehendak Allah SWT tidak meloloskan saya dalam seleksi ini tapi dibalik itu semua ternyata Allah SWT menyimpan rahasia yang sangat indah untuk saya. Ternyata pilihan Universitas dan jurusan yang saya pilih dan menurut saya sudah yang terbaik untuk saya, tapi menurut Allah SWT bukan yang terbaik untuk saya.
Berhubung Universitas yang ingin saya masuki Universitas swasta jadi pendaftarannnya masih di awal sebelum SNMPTN jadi saya masih punya kesempatan lagi untuk memilih Universitas yang ingin saya masuki. Waktu SNMPTN kemari saya memilih Universitas Brawijaya Malang dan Universitas Negeri Jember. Namun disini saya mengalami kegagalan yang kedua kalinya saya masih belum beruntung dalam memilih Universitas yang saya inginkan. Di titik inilah saya mulai tidak bersemangat untuk melanjutkan pendidikan saya, namun keluarga dan sahabat saya selalu mendukung dan memberikan semangat kepada saya.
Dulu saya berfikir setelah tidak lolos SNMPTN saya tidak akan ikut SBMPTN karena menurut saya itu persaingannya lebih sulit lagi. Disini saya mulai binggung mau kemanakah saya setelah lulus SMA, pertayaan-pertayaan itulah yang selalu muncul dalam pikiran saya. Setelah pengumuman SNMPTN dulu saya sudah banyak liburnya dan Bapak Yayasan menyuruh saya mengikuti seminar yang diadakan oleh pimpinan daerah yang bertepatan di Surabaya dan saya pun berangkat untuk mengikuti seminar tersebut. Seminar yang saya ikuti adalah seminar tentang memberi pandanga apa yang akan kita lakukan setelah lulus SMA, seminar ini sangat cocok dengan permasalahn yang sedang saya hadapi. Dari seminar inilah saya mulai bangkit dan memiliki tujuan kembali, saya memutuskan untuk mengikuti SBMPTN itupun saya daftarnya hari terakhir pendaftaran.
Pada SBMPTN kali ini saya tetap memilih Universitas Brawijaya Malang sebagai pilihan pertama dan kedua saya dan Universitas Trunojoyo Madura sebagai pilihan ketiga saya. Mengapa saya mengganti pilihan saya yang tadinya Universitas Negeri Jember menjadi Universita Trunojoyo Madura, karena ada teman saya yang bilang bahwa sebenarnya Universitas Tronojoyo Madura masih membuka banyak peluang bagi yang ingin mendaftar namun banyak diantara kita yang gengsi untuk memilihnya. Menurut saya benar juga apa yang di bilang oleh teman saya dan persaingannya pun mungkin juga tidak terlalu sulit. Setah menunggu beberapa bulan nakhirnya tibalah pengumuman SBMPTN dan Alhamdulillah saya keterima di Universitas Trunojoyo Madura.
Nama : Intan Nia Tata Ayu
NIM : 180321100077
Shif : 1B
Awal cerita jujur saja saya dulu sebenarnya tidak ada niatan untuk kuliah di Universitas Trunojoyo Madura. Samalah sama teman-teman yang lain ingin kuliah di perguruan ting yang besar dan terkenal. Waktu SMA kelas XII tujuan saya pokoknya kuliah di Malang atau di Yogyakarta dengan jurusan kesehatan, karena memang dulu cita-cita saya adalah ingin menjadi seorang dokter atau bidan. Namun tau sendirikan kalau biaya kuliah untuk jurusan kedokteran itu biayanya sangatlah mahal sekali. Saya tau bahwa orang tua saya pun tidak akan mampu untuk membiayai saya kuliah jurusan kedokteran, karena orang tua saya hanyalah petani kecil yang sesekali menjadi buruh tani di ladang orang lain untuk memenuhi kebutuhan hidup kami sekeluarga.
Saya dulu setelah lulus SMP saya ikut yayasan yang mau menyekolahkan anak-anak yang punya keinginan besar untuk menuntut ilmu ke jenjang SMA, namun tekendala biaya dan jarak yang sangatlah jauh karena letak rumah saya yang sangat jauh dari SMA terdekat. Dengan adanya saya yang ikut keyayasan lebih meringankan beban orang tua saya.Berhubung yayasan saya mempunyai hubungan yang baik dengan universitas swasta milik Muhammadiyah,kareana yayasan saya adalah yayasan milik muhammmadiyah aisyiyah.Dari situlah saya diajarkan tentang jangan malu untuk memiliki cita-cita yang tinggi dan saya pun mulai mencari informasi tentang beasiswa untuk jurusan kesehatan.Dan sekalian saya mencari orang tua angkat baru yang mau mengangkat saya untuk menjadi anak asuhnya pada saat kuliah.
Alhamdulilah ternyata Universitas Muhammadiya Yogyakarta membuka beasiswa untuk anak panti yang yang tidak punya orang tua maupun untuk anak panti yang kurang mampu.Dengan dibukanya beasiswa ini saya semakin semangat untuk meraih cita-cita saya yang sangat tinggi ini.Saya pun langsung menyiapkan berkas-berkas yang diperlukan dan menyiapkan diri untuk menghadapi beberapa ujian yang digunakan sebagai seleksi untuk mahasiswanya. Namun ternyata Allah SWT belum mengijinkan saya untuk lolos seleksi tersebut. Mungkin itu juga kesalahan saya kareana cita-cita saya yang sangat tinggi dan tidak menyadari kemampuan saya.Oleh karena itu untuk teman-teamanku jika ingin melanjutka kuliah jangan lupa lihat dulu kemampuan kita masing-masing dan jangan liat Universitasnya.
Nama : Intan Nia Tata Ayu
NIM : 180321100077
Shif : 1B
Gunung Wilis adalah Gunung yang berada di dataran tinggi daerah Jawa
Timur, gunung non aktif ini belum banyak terjamahi oleh para pendaki
karena disana belum berada jalur resmi untuk para pendaki. Gunung yang
memiliki 2169 mdpl dan mecakup 6 Kabupaten yaitu Kediri, Madiun,
Nganjuk, TulungAgung, Trenggalek, Ponorogo.
Nama Gunung Wilis juga digunakan oleh Kereta Api Indonesia yaitu Argo
Wilis dengan Rute Bandung sampai Surabaya Gubeng dengan memiliki waktu
tempuh sekitar 12jam, Kereta Api ini juga memiliki 2 jadwal
keberangkatan, Keberangkatan dri Bandung pukul 08.30 WIB dan dari
Surabaya 07.00 WIB. Foto by World Travel Server
Pendakian Gunung Wilis dari arah timur dapat dimulai melalui
Kabupaten Kediri tepatnya Kecamatan Mojo. Jalan menuju ke puncak gunung
Wilis sudah dibangun memadai melalui Mojo. Selain pendakian melalui
Kecamatan Mojo, menuju ke puncak juga bisa melalui Kecamatan Semen.
Jalan alternatif baru yang dibangun oleh pihak pemerintah Kediri sangat
memadai, dengan luas jalan yang bisa dilalui oleh 2 mobil. Sementara itu
dari arah selatan Gunung Wilis dapat didaki dari Kecamatan Sendang,
Kabupaten Tulungagung. Apabila ingin mencapai Gunung Wilis dari arah
utara, pendakian dapat dimulai dari Kabupaten Nganjuk, sementara dari
arah barat, pendakian dapat dimulai dari Kabupaten Ponorogo atau
Kabupaten Madiun.
Obyek wisata Gunung Wilis yang paling banyak adalah air terjun, namun
belum begitu dikembangkan hingga saat ini. Beberapa tempat pariwisata
yang kini mulai dikembangkan dan mulai dikenal masyarakat luas adalah
Air Terjun Ironggolo, Air Terjun Dholo yang terletak di Desa Jugo,
Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri. Di kawasan lereng Gunung Wilis juga
terdapat Gereja Pohsarang serta Gua Maria Pohsarang yang terletak di
Desa Puhsarang, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri. Foto by morceaucoeursousetoiles
Air Terjun Ironggolo dan Dholo yang terletak di Desa Jugo biasa
dikunjungi tak hanya warga Kediri, tetapi juga warga dari kota lain
untuk melepaskan penat. Terletak di dataran tertinggi yang bisa ditempuh
oleh kendaraan baik dari arah Mojo maupun Semen, membuat Kawasan Wisata
Desa Besuki menjadi tujuan wisata terbaik untuk menghirup udara segar
pegunungan. Kedua tempat wisata ini bisa ditempuh dalam kurun waktu
30-45 menit melalui jalur darat, baik dari jalur Mojo maupun Semen.