Selasa, 05 Maret 2019

Jangan Lupakan Janjimu



Saudaraku… kita semua tahu bahwa tujuan utama Allah SWT menciptakan kita adalah untuk beribadah kepada-Nya sebagai mana yang telah difirmanka dalam Al-Quran  surat Adz Dzariyat ayat 56. Di sana, Allah Ta’ala berfirman,

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz Dzariyat: 56)

Saudaraku … Jadi, Allah tidaklah membiarkan kita begitu saja. Bukanlah Allah hanya memerintahkan kita untuk makan, minum, melepas lelah, tidur, mencari sesuap nasi untuk keberlangsungan hidup. Ingatlah, bukan hanya dengan tujuan seperti ini Allah menciptakan kita. Tetapi ada tujuan besar di balik itu semua yaitu agar setiap hamba dapat beribadah kepada-Nya. Allah Ta’ala berfirman,
أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثًا وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُونَ
Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?” (QS. Al Mu’minun: 115).

Namun pada kenyataanya kita dapat melihat sendiri banyak orang disekitar kita yang hanya mengkabiskan waktunya hanya untuk bermain-mian saja. Apalagi kita sebagai mahasiswa yang sebagian besar hidup jauh dari lingkungan keluarga sehingga kita dapat berbuat sesuka hati kita tanpa ada yang mengawasi setiap apa yang kita lakukan. Kebanyakan mahasiswa hanya menghabiskan waktu mereka untuk bersenang-senang saja, salat ia tinggalkan nongkrong di kafe jadi kesenangan, baca Al-Quran ia lupakan baca chat ia utamakan, tugas kuliah ia abaikan nonton film jadi kebasaan. Mereka lebih senang kluyuran sana-sini bergoncengan dengan yang bukan mukhrimya, banyak mahasiswi yang keluar malam dengan bukan mukhrimnya sampai tengah malam bahkan sampai dini hari tanpa ada rasa takut sedikit pun dihati mereka bahwa perbuatan yang mereka lakukan adalah dosa besar dan sangat merugikan bagi dirinya. Ingatlah saudaraku tujuan kita dikuliahkan oleh orang tua kita di tempat yang jauh disamping untuk beribadah adalah hanya untuk menuntut ilmu.

Sadaraku jangan habiskan waktumu hanya untuk besenang-senang saja pikirkanlah bekal apa yang natinya akan kita bawa setelah kehidupan kita di dunia ini. Pikirkanlah 5 hal sebelum datangnya 5 hal, yaitu :
1.      Waktu luang sebelum waktu sempit
2.      Sehat sebelum sakit
3.      Kaya sebelum miskin
4.      Masa muda sebelum masa tua
5.      Hidup sebelum mati

Dalam kehidupan ini kita harus selalu ingan dengan 5 hal sebelum datangnya 5 hal tesebut hidup kita di dunia tidak sia-sia dan kita juga memiliki bekal untuk kehidupan selanjutnya di alam yang berbeda.

Sabtu, 02 Maret 2019

Panji Merah Maron

 Tugas Berfikir dan Menulis Ilmiah

Mahasiswa merupakan tingkatan pelajar diatas siswa. Mahasiswa adalah pemuda yang di percaya memiliki kemampuan berfikir dan nalar kritis dalam menganalisa sebuah permasalah, selain itu mahasiswa juga di percaya memiliki karakter idealisme dan energik, sehingga stigma masyarakat umum tentang mahasiswa sebagai agen perubahan yakni mampu memberikan kritik saran yang bersifat solutif dan mencerahkan adalah harapan besar yang diemban oleh gelar mahasiswa.
Mahasiswa juga dipercaya memilik posisi strategis dan efektif dalam menyuarakan aspirasi dan ketidakadilan yang disebabkan rezim yang sewenang-wenang (Abuse of power). Kedudukan strategis ini yang menjadikan mahasiswa berbeda dengan pemuda atau pelajar lainnya. Mahasiswa diidentikkan kaum yang senantiasa berpihak kepada masyarakat, menyuarakan keadilan dan mengkritisi kebijakan-kebijakan penguasa yang tidak pro rakyat.
Mahasiswa merupakan kaum intelektual yang mempunyai eksistensi di Negara Indonesia ini, bahkan mahasiswa mempunyai peran strategis dan berperan aktif dalam kemerdekaan Negara Indonesia. Mahasiswa yang dapat juga disebut dengan kasta sosial intelektual juga mempunyai peran penting di masyarakat. Aktifitas mahasiswa yang katanya "sibuk dan luas jaringannya" kian memperkokoh ruang gerak mahasisiwa semakin luas yang kemudian dikenal juga motor penggerak utama dalam perubahan social dann dunia perpolitikan di Negara Indonesia ini. Mereka inilah yang disebut dengan civitas akaddemika, disebut para "aktivis".
Mahasiswa yang melibatkan dirinya pada urusan demikian sering disebut aktivis mahasiswa atau aktivis. Aktivis menurut  KBBI merupakan orang (terutama anggota organisasi pollotik, sosial, buruh, petani, pemuda, mahasiswa, wanita) yang bekerja aktif mendorong pelaksanaan sesuatu atau berbagai kegiatan dalam organisasinya. Fenomena saat ini bnyak bermunculan mahasiswa-mahasiswa yang dengan bangga disebut dengan aktivis, padahal tidak ada peran aktif atas perkumpulan yang diikutinya.
Manakala kita tidak aktif dalam organisasi, manakala aktif namun tidak tepat dengan jalan dan tujuan organisasi, manakala aktif namun tidak sejalan dengan cita-cita bangsa. Manakala aktif namun tidak memihak pada kepentingan sosial (masyarakat secara umum). Manakal hanya numpang pada nama besar pendahulu dan organisasi. Aktivis yang demikian lebih pantas disebut dengan aktivis "karbitan". Matang namun tidak tau proses.

Ujian Akhir Semester

  Strategi Pemasaran Beras Merah Organik                                                                                        Perkemba...