Minggu, 15 Desember 2019

Essay


”Sikap Tabayyun Dalam Meminamilisir Dampak Era Post Truth ”

Oleh : Intan Nia Tata Ayu
Delegasi PC IMM Bangkalan

 

1. Pendahuluan

Mengamati perilaku sosial masyarakat saat ini, kita mendapati bahwa pola-pola interaksi sosial di sekitar kita mengalami perubahan secara drastis. Perubahan itu tidak hanya pada level  masyarakat secara umum, tetapi juga pada unit sosial mahasiswa. Hal itu disebabkan oleh meningkatnya peran teknologi internet dan media sosial dalam keseharian kita sebagai generasi milenial. Pada tingkatan yang lebih canggih lagi, perangkat-perangkat canggih itu telah memberikan kemudahan kepada kita dengan berbagai macam cara-cara pada kita berkehidupan sosial.
Terciptanya digitalisasi dan teknologi terbarukan seperti smartphone (gadget) menjadi sebuah candu baru, aktivitas manusia menjadi termudahkan dan berdampak pada sifat serba instan. Perkembangan teknologi yang sangat pesat bisa menyebabkan kurangnya kepekaan sosial dan mempengaruhi nalar berfikir manusia[1]. Seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, kebutuhan manusia semakin kompleks bahkan sampai pada kebutuhan manusia untuk memperoleh informasi dari berbagai bidang ilmu dan masalah yang ada. Kencangnya arus informasi di era digital yang begitu masif menyebabkan masyarakat yang terkoneksi dengan media sering menerima banyak informasi yang begitu hebatnya.Informasi yang seperti ini tentu saja bisa di pandang sebagai sesuatu yang menguntungkan karena masyarakat sebagai khalayak informasi memiliki banyak alternatif informasi tentang sebuah masalah. Masyarakat dapat dengan mudahnya mendapatkan informasi yang ada dalam kehidupan sehari-hari.
Problem yang muncul dari situasi semacam ini adalah menyangkut kualitas dan kredebilitas isi dari informasi yang diterima masyarakat itu sendiri. Persoalan ini masih ditambah dengan miskinnya literasi yang di punyai masyarakat secara umum. Hal ini membuat mereka tentu saja tidak dapat menimbang,memilih, atau bahkan menilai mana informasi yang benar dan mana yang bukan. Masyarakat tidak memiliki kecakapan dalam menentukan informasi mana yang benar, mana yang palsu, dan mana yang keliru. Situasi yang seperti inilah kemudian meyuburkan perkembangan hoaks di tengah masyarakat. Hoaks diartikan sebagai sebuah berita bohong dengan memutar balikkan fakta yang sengaja diproduksi untuk membangun opini untuk kepentingan pembuatannya.
Kuatnya pengaruh media sosial, tempat konkow-konkow dan grup-grup online di Indonesia telah mengubah persepsi kita tentang pola interaksi dan fungsi koordinasi dalam kehidupan masyarat apalagi lingkungan mahasiswa. Jika media sosial dan bahkan media-media mainstream berperan penting pada semua aktivitas kita dengan begitu semakin efektifnya, maka betapa sulitnya bagi kita untuk melihat dan memilih mana fakta atau kebodohan, dan kejujuran atau ketidak jujuran, mana fiksi atau fakta. Inilah nuansa kehidupan yang sedang kita alami, katika kebenaran tidak lagi penting.
Berdasarkan beberapa referensi yang penulis baca, dikatakan bahwa generasi milenial cenderung lebih tidak peduli terhadap keadaan sosial, termasuk politik dan ekonomi. Mereka cenderung lebih fokus kepada pola hidup kebebasan dan hedonisme. Mereka cenderung menginginkan hal yang instant dan tidak menghargai proses. Mempercayai barbagai berita dan isu-isu dalam kehidupan sehari-hari tanpa melakukan tabayun terlebih dahulu atas isu dan berita yang mereka dengar atau mereka peroleh.
Di era ini segala sesuatu bergerak dengan cepat, dunia menjadi tanpa batas, informasi dapat diperoleh dimana saja dan dari siapa saja. Generasi masa kini harus berusaha dan mampu bersikap bijak terutama dalam penggunaan media sosial. Media sosial ini mirip dengan politik, tergantung bagaimana kita menggunakannya. Kita bisa berguna dan bertambah pintar apabila menggunakan media sosial dengan benar, tapi kita juga bisa menjadi penyebar hoaks dan menjadi bodoh apabila kita menggunakan media sosial dengan tidak benar.
Generasi milenial adalah generasi yang sangat mahir dalam teknologi. Dengan kemampuannya di dunia teknologi dan sarana yang ada, generasi ini memiliki banyak peluang untuk bisa berada jauh di depan dibanding generasi sebelumnya. Dalam konten ini generasi milenial tentu saja punya cara yang khas dalam memanfaatkan media sosial untuk berjejaring, berbagi informasi, dan melakukan perubahan sosial[2]. Bagi generasi milenial gadget dan internet seolah menjadi kekasihnya. Gadget seharusnya dapat membantu memudahkah manusia  dalam segala pekerjaannya,tapi nyatanya mereka malah menjadi budak dari barang yang mereka beli.
Generasi milenial yang di dominasi oleh mahasiswa ini harus bisa bertindak sebagai agent change dan memutus lingkaran setan tersebut. Mahasiswa dalam struktur masyarakat harus dapat memegang peran tersendiri serta mempunyai arti penting bagi perjalanan bangsa. Ada dua kedudukan mahasiswa bagi struktur masyarakat yakni, pertama merupakan bagian dari generasi muda yang merupakan pelanjut dan pengisis dari pembangunan bangsa. Yang kedua adalah merupakan bagian dari kaum intelektual. Oleh karena itu mahasiswa dalam perjalannanya di mana saja adalah merupakan salah satu sumber kepemimpinan bangsa, sebagai salah satu kekuatan moral bangsa memiliki jumlah yang besar dari bagian intelektual bangsa maupun mempengaruhi perubahan sosial serta kekuatan kolektif dan pencetus kesadaran masyarakat[3].
Penjelasan di atas cukup mengantarkan kepada satu kesimpulan bahwa keadaan masyarakat Indonesia sekarang ini sangat memprihatinkan dimana pengaruh ketertarikan emosional dan kepercayaan pribadi lebih penting dibandingkan fakta dan data yang objektik dalam membentuk opini publik. Disinilah sesungguhnya mahasiswa harus mengambil peran. Sebagai kaum terdidik tentu mahasiswa memiliki kemampuan intelektualitas yang cukup untuk membentengi diri agar tidak terjebak pada situasi hoaks. Dengan kemampuan metodologis yang dimiliki mahasiswa, bukan hal yang sulit untuk melakukan verifikasi dan validasi informasi. Sehingga lewat kelebihan yang dimiliki tersebut, mahasiswa mampu melakukan edukasi terhadap publik agar publik tidak mudah meyakini sebuah informasi yang diterima.

2. Pembahasan

Pada tahun1992, Steve Tesich berusaha mengungkapkan kegelesihannya pada majalah Nation Magazine tentang perilaku politisi dan penguasa dalam membentuk opini publik. Yang menggunakan kata post truth untuk menjelaskan manipulasi data dan fakta dalam rangka membentuk opini publik. Secara umum pada hari-hari ini post truth didefinisikan sebagai keadaan atau situasi diamana lebih menonjolkan opini dan tafsir terhadap fakta.
            Di zaman pasca kebenaran ini membawa dampak baik mauapun dampak buruk dalam kehidupan sosial masyarat. Dampak baik dari era pasca kebenaran,  masyarakat tidak mempunyai kecakapan dalam memilih mana informasi yang benar, mana yang keliru, hal tersebut bertujuan untuk membangun opini kepentingan pembuatnya. Hal seperti ini membuat masyarakat lebih mudah di atur oleh para penguasa. Dampak buruk dari era paska kebenaran, masyarakat tentu saja tidak dapat menimbang,memilih, atau bahkan menilai mana informasi yang benar dan mana yang bukan. Tiap orang mengangap dirinya pasti benar dan yang lain pasti salah. Kelompok  masyarakat menyamapaikan  kebenaran menurut versi masing-masing, sesuai kepentingan masing-masing, dan menenggelamkan fakta yang ada.
            Dampak dari era pasca kebenaran lebih banyak membawa dampak buruk daripada dampak baiknya. Dengan demikian perlu adanya tindakan untuk meminimalisiri dari dampak buruk tersebut. Di era pasca kebanaran seperti sekarang ini, bukan berarti tidak ada ruang yang bisa dimasuki oleh para kelompok intelektual yang berpikir sehat. Salah satunya  Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah sebagai organisasi perkaderan yang memiliki medan juang dalam tiga ranah yaitu, keagamaa, kemahasiswaan,dan kemasyarakatan[4].
            Sebagai organisasi perkaderan, IMM memiliki alat kelengkapan yang bertanggung jawab atas seluruh perkaderan IMM baik secara formal maupun informal. Dengan kata lain, instruktur merupakan tulang punggung perkaderan pada IMM. Sehingga dalam menghadapi dampak buruk dari era post truth, instruktur IMM dituntut untuk berkreasi dalam rangka internalisasi nilai-nilai IMM kepada kader IMM itu sendiri.

1.      Keagamaan

Pada bidang keagamaan sering kita dapati dalam kehidupan bermasyarakat terjadi taqlid buta. Taqlid buta ialah mengikuti apa yang dilakukan orang lain tanpa tahu atau mecari tahu terlebih dahulu dasar dalilnya. Salah satu taqlid buta yang terjadi dalam masyarakat ialah hukum musik menurut islam. Pada sekelompok organisasi islam ada yang menganggap musik  hukumnya haram, namun sebagian organisasi islam yang lain menggap musik itu tidak haram tergantung dilihat dari segi dampak baik maupun buruk yang ditimbulkan. Masing-masing organisasi islam mengeluarkan dasar hukum musik berdasarkan dalil yang sudah mereka cari dan mereka yakini. Namun beda halnya dengan masyarat awam mereka cenderung ikut-ikutan tanpa tabayyun terlebih dahulu, jika ada seorang masyarakat mendengarkan dakwah dari salah satu ulama’ bahwa musik itu maram secara otomatis mereka juga ikut mengharamkannya.
Pemaparan diatas merupakan dampak buruk dari era pasca kebenaran pada bidang keagamaan. Peran IMM sangat dibutuhkan dalam meminimalisir berbagai masalah yang terjadi. Hal seperti inilah yang menjadi tugas instruktur dalam mengajak kader IMM untuk selalu  bertabayyun terlebih dahulu dalam menyikapi hukum-hukum dalam islam agar tidak terjadi taqlid buta dalam diri kader. Mengajak kader untuk bertabayyun tidak harus dalam forum formal seperti kajian, namun juga dapat dilakukan di warung kopi.

2.      Kemasyaraktan

Pada bidang masyarakat dapat di jumpai terjadinya kampaye hitam pada pemilihan anggota legislative  dan eksekutif dalam pilkada serentak di 171 daerah pada pemilu tahun 2019. Sehingga jika ada kekurangan dalam diri setiap calon, masyarakat tetap menilai pilihan mereka adalah kandidat terbaik di bandingkan dengan yang lain. Hal tersebut dapat terjadi karena adanya kampanye yang tidak berimbang.
Peran Ikatan mahasiswa Muhammadiyah disini sangat dibutuhkan mereka tidak boleh membiarkan kemungkaran dalam sistem pemerintahan. Hal yang dapat dilakukan oleh instruktur dalam memimalisir hal-hal seperti itu  salah satunya dengan mengadakan kajian politik atau sekolah politik. Kajian atau sekolah politik dapat menjadi media kader IMM untuk saling menverifikasi data-data dari calon anggota eksekutif maupun legislative.

3.      Kemahasiswaan

Dalam bidang kemahasiswaan dampak buruk dari era pasca kebenaran adalah demo. Kebanyak mahasiswa hanya ikut-ikutan demo tanpa tahu apa yang sebenarnya sedang mereka aspirasikan  kepada pemerintah. Sehingga tidak jarang apabila salah satu dari demonstran ditanya jawabanya pasti tidak tahu yang penting bisa ikut demo. Inilah salah contoh dampak buruk dari era pasca kebenaran dilingkungan mahasiswa padahal meraka adalam kaum intelektual.
Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah sebagai organisasi kemahasiswaan juga harus mengambil peran lebih dalam menyikapi hal tersebut. Kader IMM sebagai  kaum intelektual tidak pantas rasanya  jika meraka hanya ikut-ikutan tanpa tahu dasar yang sedang dipermasalahkan. Tugas instruktur dalam menyikapi permasalahan yang seperti ini adalah dengan cara sering berdiskusi menganalisis maupun mengkaji bersama kader IMM  tentang isu maupun permaslahan yang sedang terjadi di lingkungan mahasiswa.

Penutup

            Dampak dari era pasca kebenaran begitu besar dan sangat berpengaruh dalam perubahan pola pikir masyarakat. Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah yang memiliki tiga medan juang diharapkan menjadi garda terdepan dalam meminimalisir dampak buruk dari era pasca kebenaran. Tugas yang diemban IMM adalah melakukan transformas soaial. Kader IMM harus menjadi agen perubahan dalam masyarakat dan mengawasi berbagai masalah dan persoalan yang ada dengan tetap bertabayun terlebih dahulu agar tidak terjadi taqlid buta dalam kehidupan masyarakta. Karena itulah IMM memiliki trilogi yang dimaknai sebagai integral dalam menjalankan aktivitas sosial kadernya. Transformasi trilogi kepada kader menjadi hal utama. Dengan tranformasi trilogi IMM ini diharap dapat membentengi diri dan memberi bekal kepada kader di era pasca kebanaran. Tidak hanya sampai disini diharapkap kader IMM menjadi agen perubahan dalam kehidupan bermasyarakat. Inilah yang dinamakan perkaderan yang baik dalam jangka waktu yang panjang melalui transformasi trilogi IMM di era pasca kebenaran.



Daftar Pustaka


Buku

AF, Farid Fathoni.1990. Kelahirang Yang Dipersoalkan.  Surabaya : PT Bina Ilmu.
Keyes, Ralph. 2004. The Post Truth Era. New York : Library of congress cataloging.
Sani, M. Abdul Halim. 2017. Manifesto Gerakan Intelaktual Profetik. Surakarta : Muhammadiyah            University Press.
Setowara, Subhan . 2018. Muslim Milenial. Bandung : PT Mizan Pustaka.

Jurnal

Mohammad Zamroni. 2009. Perkembangan Teknologi Komunikasi Dan Dampaknya Terhadap      Kehidupan. Yogyakarta : Fakultas Dakwah UIN Sunan Kalijaga. Jurnal Dakwah Vol. 5 No.2 hlm 209.









[1] Mohammad Zamroni, “Perkembangan Teknologi Komunikasi Dan Dampaknya Terhadapa Kehidupan”, Jurnal Dakwah Vol. 5 No.2, (Yogyakarta : Fakultas Dakwah UIN Sunan Kalijaga, 2009). Hlm 209.
[2] Subhan Setowara, “Muslim Milenial”, (Bandung : PT Mizan Pustaka,2018), hlm.16.
[3] Farid Fathoni AF,”Kelahirang Yang Dipersoalkan”, ( Surabaya : PT Bina Ilmu,1990), hlm.77.
[4] M. Abdul Halim Sani, “ Manifesto Gerakan Intelaktual Profetik” (Surakarta : Muhammadiyah University Press,2017), hlm.5.

Selasa, 03 Desember 2019

Kuliah Tamu



HIDROONIK

Hidroponik adalah penanaman dengan menanfaatkan media air tanpa menggunakan tanah dengan menekankan pada pemenuhan nutrisi bagi tanaman. Kebutuhan air pada hiroponik lebih sedikitmdaripada kebutuhan air pada budidaya dengan tanah. Dalam kuliah tamu kali ini membahas tentang hidroponik yang ciri khasnya menjaga kelembaban suhu dengan menggunakan ac. Biaya yang dikeluarkan sebanding dengan hasil yang diperoleh bahkan bisa mendapatkan keuntungan yang sangat besar. Hidroponik yang di kembangkan oleh pemilik usaha kebun sayurku yang ada di Surabaya ini membudidayakan sayuran organik dengan menggunakan metode penanaman hidroponik.
Kualitas sayuran yang di hasilkan  sangat baik untuk kesehatan karena tidak menggunakan pestisida dalam budidayanya sehingga menjadikan harga sayur hidroponik ini lebih mahal dari pada sayur biasanya. Tidak hanya dalam budidayanya yang tidak menggunakan pestisida hal lain yang membuat harga sayuran di kebun sayurku mahal adalah karena cara perawatannya yang memerlukan perawatan yang intensif. Nah, hal-hal seperti itulah yang perlu disiapkan sejak awal dalam susbsistem hulu (off farm), pengadaan modal, lahan, saprodi dan tenaga.
Modal adalah biaya awal yang dikeluarkan sebelum memulai usaha, modal ini didapat dari uang keluarga (dana peminjaman dari paman), menghindari peminjaman dari bank karena bunga yang dipatok oleh bank terlalu tinggi untuk bisnis pemula. Lahan adalah lingkungan fisik dan biotik yang bekaitan dengan daya dukungannya terhadap kehidupan dan kesejahteraan hidup manusia, lahan yang digunakan adalah lahan milik sendiri yang dikategorikan belum masuk dalam biaya.
 Saprodi adalah sarana produksi dalam menjalankan kegiatan pertanian, saprodi yang digunakan adalah pipa, ac dll. Dimana hidroponik ini menggunakan ac agar mudah mengontrol dan menjaga suhu dan kelembaban udara agar sayur tumbuh dengan optimal. Tenaga kerja adalah pelaku dalam kegiatan pertanian, tenaga kerja ini menggunakan tenaga kerja manusia dengan anggotanya keluarga sendiri. Pada subsistem budidaya (on farm) adalah dimana kegiatan inti dari budidaya hidroponik. Seperti pembibitan, pengairan, penjagaan kelembaban udara, pencahayaan sinar matahari, pembersihan gulma,dan pemberian nutrisi (pupuk).
Menggunakan model tidak bertingkat (model sejajar) agar tumbuhan dapat berkembang secara optimal. Biasanya model bertingkat digunakan pda tanaman yang tidak membutuhkan banyak ruang tumbuh kesamping seperti, kangkun, seledri, daun bawang dan lainnya. Jika kita salah dalam menentukan model penanaman hidropik akan  sangat berpengaruh dengan hasil panen yang di dapat.
Pada susbsistem hilir pengolahan, hasil komoditas primer tidak diolah hanya dikemas dengan baik agar saat ada pemesanan tidak merugikan konsumen Karena harga yang dipatok tinggi sesuai dengan kualitas dan kuantitas. Pada susbsistem hilir pemasaran, hasil komoditas dipasarkan lewat web dan plakat. Mengapa menggunakan web? Karena web sampai kapanpun ratingnya tinggi dan pasti digunakan oleh seluruh masyarakat. Kalau medsos seperti line, instagram seiring perkembangan waktu akan tergantikan. Target pasarnya adalah rumah makan besar yang mengutamakan kualitas dan melayani pemesanan pemasokan dadakan. Pada manajemen resiko, untuk menjaga agar resiko lebih sedikit dengan cara  mengoptimalkan budidaya dari kebun sayurku ini. Hidroponik ini tidak hanya sebagai produksi tanaman hortikultura tapi juga sebagai agrowisata para mahasiswa yang ingin belajar hidroponik.

Ujian Akhir Semester

  Strategi Pemasaran Beras Merah Organik                                                                                        Perkemba...