Selasa, 03 Desember 2019

Kuliah Tamu



HIDROONIK

Hidroponik adalah penanaman dengan menanfaatkan media air tanpa menggunakan tanah dengan menekankan pada pemenuhan nutrisi bagi tanaman. Kebutuhan air pada hiroponik lebih sedikitmdaripada kebutuhan air pada budidaya dengan tanah. Dalam kuliah tamu kali ini membahas tentang hidroponik yang ciri khasnya menjaga kelembaban suhu dengan menggunakan ac. Biaya yang dikeluarkan sebanding dengan hasil yang diperoleh bahkan bisa mendapatkan keuntungan yang sangat besar. Hidroponik yang di kembangkan oleh pemilik usaha kebun sayurku yang ada di Surabaya ini membudidayakan sayuran organik dengan menggunakan metode penanaman hidroponik.
Kualitas sayuran yang di hasilkan  sangat baik untuk kesehatan karena tidak menggunakan pestisida dalam budidayanya sehingga menjadikan harga sayur hidroponik ini lebih mahal dari pada sayur biasanya. Tidak hanya dalam budidayanya yang tidak menggunakan pestisida hal lain yang membuat harga sayuran di kebun sayurku mahal adalah karena cara perawatannya yang memerlukan perawatan yang intensif. Nah, hal-hal seperti itulah yang perlu disiapkan sejak awal dalam susbsistem hulu (off farm), pengadaan modal, lahan, saprodi dan tenaga.
Modal adalah biaya awal yang dikeluarkan sebelum memulai usaha, modal ini didapat dari uang keluarga (dana peminjaman dari paman), menghindari peminjaman dari bank karena bunga yang dipatok oleh bank terlalu tinggi untuk bisnis pemula. Lahan adalah lingkungan fisik dan biotik yang bekaitan dengan daya dukungannya terhadap kehidupan dan kesejahteraan hidup manusia, lahan yang digunakan adalah lahan milik sendiri yang dikategorikan belum masuk dalam biaya.
 Saprodi adalah sarana produksi dalam menjalankan kegiatan pertanian, saprodi yang digunakan adalah pipa, ac dll. Dimana hidroponik ini menggunakan ac agar mudah mengontrol dan menjaga suhu dan kelembaban udara agar sayur tumbuh dengan optimal. Tenaga kerja adalah pelaku dalam kegiatan pertanian, tenaga kerja ini menggunakan tenaga kerja manusia dengan anggotanya keluarga sendiri. Pada subsistem budidaya (on farm) adalah dimana kegiatan inti dari budidaya hidroponik. Seperti pembibitan, pengairan, penjagaan kelembaban udara, pencahayaan sinar matahari, pembersihan gulma,dan pemberian nutrisi (pupuk).
Menggunakan model tidak bertingkat (model sejajar) agar tumbuhan dapat berkembang secara optimal. Biasanya model bertingkat digunakan pda tanaman yang tidak membutuhkan banyak ruang tumbuh kesamping seperti, kangkun, seledri, daun bawang dan lainnya. Jika kita salah dalam menentukan model penanaman hidropik akan  sangat berpengaruh dengan hasil panen yang di dapat.
Pada susbsistem hilir pengolahan, hasil komoditas primer tidak diolah hanya dikemas dengan baik agar saat ada pemesanan tidak merugikan konsumen Karena harga yang dipatok tinggi sesuai dengan kualitas dan kuantitas. Pada susbsistem hilir pemasaran, hasil komoditas dipasarkan lewat web dan plakat. Mengapa menggunakan web? Karena web sampai kapanpun ratingnya tinggi dan pasti digunakan oleh seluruh masyarakat. Kalau medsos seperti line, instagram seiring perkembangan waktu akan tergantikan. Target pasarnya adalah rumah makan besar yang mengutamakan kualitas dan melayani pemesanan pemasokan dadakan. Pada manajemen resiko, untuk menjaga agar resiko lebih sedikit dengan cara  mengoptimalkan budidaya dari kebun sayurku ini. Hidroponik ini tidak hanya sebagai produksi tanaman hortikultura tapi juga sebagai agrowisata para mahasiswa yang ingin belajar hidroponik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ujian Akhir Semester

  Strategi Pemasaran Beras Merah Organik                                                                                        Perkemba...