Gimana nih manajemen keuangannya..
A. Keuangan Pribadi Dan Keuangan Usaha
Bagi para pengusaha yang
baru membangun suatu usaha, memisahkan keuangan pribadi
dengan keuangan usaha sering diabaikan. Padahal itu adalah hal
yang sangat penting. Ada beberapa alasan mengapa banyak orang senang mencampur
keuangan pribadi dengan keuangan usaha. Penyebab utamanya adalah merasa bahwa
uang yang digunakan untuk usaha adalah uang pribadi. Berikut ini adalah tips
sederhana untuk membuat keuangan usaha dan keuangan pribadi menjadi sehat dan
seimbang:
·
Pisahkan
keuangan usaha dengan keuangan pribadi
·
Tentukan
jumlah uang yang akan digunakan untuk kebutuhan usaha
·
Catat
pengeluaran dan pemasukan dengan rapi
·
Kurangi
resiko dengan cara menghindari hutang
·
Gaji diri
sendiri3
Memisahkan uang usaha dan
pribadi artinya bukan berarti kita tidak boleh menggunakan
hasil usaha untuk kepentingan pribadi. Akan tetapi, yang harus
diatur adalah berapa yang boleh diambil untuk memenuhi kebutuhan pribadi,
berapa yang seharusnya tetap disimpan sebagai modal berputar atau pengembangan
usaha dan berapa untuk membayar cicilan hutang. Bagaimana caranya?
·
Melakukan
Pencatatan
·
Alokasi
Dana
Dari keuntungan yang diperoleh, bagilah kedalam beberapa pos
sesuai dengan
kebutuhan. Misalnya:
1. 2.5% untuk zakat
2. 10% untuk ditabung
3. 50% untuk belanja
keluarga dan pribadi
4. 25% untuk membayar
cicilan hutang
5. 12.5% untuk tabungan
usaha atau pengembangan usaha
·
Memisahkan
Uang Usaha dan Uang Pribadi
Komitmen untuk tidak mengambil uang
usaha untuk kepentingan pribadi.
Adanya rekening yang
terpisah akan membantu pengusaha melihat pertumbuhan usahanya, baik dari sisi
perputaran modal, maupun pertumbuhan modal. Di samping itu pengusaha juga bisa
mengetahui sudah berapa banyak biaya yang keluar untuk usaha dan berapa
pendapatan yang telah masuk, apakah usaha masih rugi (minus) atau sudah untung
(plus), dan kalaupun rugi (minus) apakah masih wajar atau tidak dan sebagainya.
Jika ingin menikmati jumlah
uang yang pasti/tetap untuk kebutuhan pribadi dan keluarga, maka tentukanlah
nilanya bukan berdasarkan persentase tapi berdasarkan nominal. Misalnya 1 juta
rupiah sebulan. Penentuan jumlah ini harus disesuaikan dengan kebutuhan
lainnya.
B. Mengelola
Keuangan Usaha
Dalam menjalankan usaha, pengelolaan keuangan menjadi hal utama
yang harus diperhatikan. Pengelolaan keuangan yang baik, akan membuat usaha
berjalan dengan baik. Sebaliknya, pengelolaan keuangan yang buruk akan
memperburuk perkembangan usaha, bahkan bisa berdampak pada kehidupan pribadi.
Pengelolaan keuangan adalah cara mengelola keuangan yang ada di
dalam usaha. Keuangan yang dimaksud disini meliputi uang masuk (modal,
penjualan, dan lain-lain) dan uang keluar (pembelian alat, bahan baku, hutang,
dll). Pengaturan keuangan dapat dilakukan salah satunya dengan pencatatan
keuangan. Pencatatan dilakukan agar pengusaha dapat mengontrol pengeluaran dan
apakah pengeluaran yang dilakukan memang dibutuhkan atau tidak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar