Sudah siapkah untuk memulai usaha ??
Apa produk yang
akan anda buat dan jual ?
Sate Tahu Rambutan
A.
Sumber
Daya Utama, Modal Awal, Dan Alur Produksi
a.) Peralatan
yang digunakan
Selain
mengeluarkan biaya untuk pengadaan peralatan, terdapat juga beberapa biaya - biaya
yang harus dikeluarkan pada awal suatu usaha agar dapat memulai usaha dengan lancar
:
o Biaya
promosi awal
o Biaya
sewa tempat ( jika dibayar dimuka dalam jangka waktu tertentu, maka biaya sewa tempat
dimasukkan ke dalam rincian biaya di atas, tetapi jika dibayar tiap bulan,
biaya sewa tempat masuk ke biaya operasional bulanan)
o Biaya
resiko. Jumlah uang yang disediakan sebagai uang jaga-jaga jika terjadi hal-hal
yang tidak diinginkan seperti produk basi, tidak terjual, tepung tumpah, telur
pecah, dll.
o Uang
untuk membeli membeli bahan baku awal produksi
b.) Memahami
dengan pasti alur proses produksi
·
Tahap 1
Haluskan bawang putih dan merica
·
Tahap 2
Hancurkantahu sampai halus dan tambahkan terigu serta bumbu halus, koreksi rasa lalu masukkan telur dan irisan daun bawang dan aduk rata
·
Tahap 3
Beentuk tahu menjadi bola-bola keci lalu gulingkan diatas remukan mie instan
·
Tahap 4
Goreng sampai kuning keemasan
·
Tahap 5
setelah dingin bola-bola di bentuk seperti sate kemudian siap dikemas dan dijual
·
·
B.
Biaya
Produksi
·
Biaya Bahan Baku
Langsung (BBBL)
·
Biaya Tenaga Kerja
Langsung (BTKL)
·
Biaya Pendukung
C. Biaya
– Biaya Keterangan
·
Biaya sewa tempat (
jika dibayar dimuka)
·
Biaya resiko (untuk
jaga-jaga)
·
Biaya bahan baku dan produksi
awal
D. Biaya
Untuk memastikan
barang atau jasa yang diproduksi memiliki kualitas yang baik,
pengusaha
harus memahami setiap tahap dalam produksi yang dilakukan. Merupakan biaya yang
dikeluarkan untuk membuat produk yang akan dijual. Biaya produksi merupakan
biaya tidak tetap, karena besar kecilnya biaya tergantung dari sedikit/banyaknya
jumlah produk yang akan dibuat. Jika yang dibuat banyak maka biayanya akan
besar, tetapi jika yang dibuat hanya sedikit maka biayanya juga hanya sedikit.
E.
Perkiraan
Perhitungan Biaya Operasional
Selain biaya produksi, dalam melakukan
suatu usaha ada biaya lain yang dikeluarkan oleh
seorang
pengusaha, yaitu biaya operasional. Jika biaya produksi termasuk biaya tidak tetap,
maka biaya operasional termasuk biaya tetap. Dikatakan biaya tetap karena biaya
yang dikeluarkan jumlahnya relatif tetap setiap bulannya. Yang dimaksud biaya
operasional (biaya tetap) adalah biaya yang dikeluarkan setiap bulan untuk
mendukung berjalannya suatu usaha, seperti biaya listrik, biaya air, biaya
pegawai ( jika ada), biaya promosi, dan lain-lain. Berikut ini adalah perkiraan
biaya operasioal yang mungkin dikeluarkan untuk mendukung berjalannya suatu
usaha.
F.
Menetapkan
Harga Jual
Tidak ada cara khusus untuk menentukan
harga jual suatu produk, karena biasanya pengusaha menetapkan berdasarkan harga
pasar dan juga harga pesaing. Namun harga jual HARUS lebih besar dari harga pokok penjualan produk agar tidak
rugi.
HPP
per bungkus keripik bayam Rp. 4.100
Perkiraan
Harga Jual Keripik
Bayam
per bungkus Rp. 5.000
Keuntungan Kotor Per Unit Rp. 900
G. Total
Biaya Operasional Tiap Bulan
Biaya operasional sangat dimungkinkan
keluar setiap bulan untuk mendukung jalannya suatu usaha. Jumlah biaya
operasional bersifat tetap dan tidak tergantung dari jumlah produk yang terjual.
Agar pengusaha tidak rugi, maka ada jumlah minimal yang harus terjual setiap
bulannya agar bisa menutup biaya operasional, istilahnya Break Even Point (BEP). Break Even Point (BEP) adalah kondisi
pengusaha tidak mengalami kerugian, tapi juga belum mendapatkan keuntungan.
Catatan:
Selain dengan
menggunakan rumus balik modal sebelumnya, dari laba bersih juga bisa
diperhitungkan pada
bulan ke berapa pengusaha akan balik modal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar