Minggu, 15 September 2019

BAB 2 Gali Ide Usahamu


Analisa Pros-Cons (Aspek Positif Dan Aspek Negatif)
            Analisi Pros-Cons adalah suatu cara untuk menilai apakah ide usaha yang diusukan layak untuk dijaankan atau tidak. Caranya dengan membandingkan aspek positif dan aspek negative dari masing-masing ide usaha. Analisis sederhana ini digunakan jika terdapat lebih dari satu ide usaha, misalnya dua, tiga atau lebih. Dengan menggunakan analisis Pros-Cons ini, kita dapat menentukan satu ide usaha yang dinilai paling baik.
            Dalam aalisis ini, pengusaha harus mencari, mengumpulkan, dan mencatat semua informasi yang terkait dengan usulan ide usaha dan kemungkinan mengelompokkan apakah informasi tersebut termasuk aspek positif (Pros) atau termasuk aspek negative (Cons). Beberapa informasi yang harus didata adalah :
1.    Keahlian yang dimiliki pengusaha untuk menjalankan usaha tersebut
Pengusaha harus dapat mengetahhui keahlian yang dimiliki. Keahlian yang dimaksud disini merupakan berbagai hal yang disukai oleh pengusha untuk mendukungusaha yang akan dijalankan.
2.    Ketersediaan bahan baku yang dibutuhkan
Pengusaha harus mengetahui apakah bahan baku yang dibutuhkn tersedia atau tidak. Jika tersedia, dimana bahan baku tersebut tersedia dan apakah jumlahnya mencukupi untuk kegiatan produksi. Jika tidak tersedia, pengusaha harus memikirkan bahan baku pengganti.
3.    Kemudahan mendapatkan bahan baku yang dibutuhkan
Pengusaha harus mengetahui apakah bahan baku yang dibutuhkan tersebut mudah atau sulit didapatkan. Apakah bahan baku yang dibutuhkan dapat dibeli du pasar-pasar terdekat, atau harus mencari ke wilayah lain. Apakah bahan bakku tersebut dapat diperoleh kapanpun, atau hanya didapat secara musiman.
4.    Kemampuan dalam memproduksi dalam satu periode
Pengusa harus mengetahui berapa jumlah produk yang mampu dibuat dalam satu periode produksi,
5.    Keberadaan dan jumlah pesaing yang mempunyai produk sejenis
Pengusaha juga harus mengetahui apakah ada pengusaha ysng menjual produk yang sejenis dengan yang dibuat. Jika ada, berapa banyak pengusaha yang menjual produk tersebut.
Dalam gali ide usahamu ini kelompok kami memiliki dua ide usah yaitu usaha sate tahu rambutan dan donat paha ayam berikut analisis pros-cons dari dua ide bisnis kami :
a.    Ide usaha sate tahu rambutan
Aspek positif
Aspek negatif
Bisa membantu mahasiswa ketika mengeluh kelaparan
Tidak tahan lama
Dapat dijadikan bahan alternatif mahasiswa pengganti lauk
Mudah ditiru
Bahan relatif murah
Salah satu makanan yang tidak menyehatkan
Bahan mudah didapat

Proses pembuatan mudah

Menambah pemasukan

Banyak varian rasa


b.    Ide usaha donat paha ayam
Aspek positif
Aspek negatif
Bahan mudah didapat
Tidak tahan lama
Produk masih belum ada di lingkungan mahasiswa UTM
Produk mudah ditiru
Harga terjangkau
Proses pembuatan yang agak susah
Banyak varian rasa

Snack pengganjal lapar


Setelah dibuat tabel aspek positif da aspek negatif diatas maka didapat hasil sebagai berikut :
Usaha sate tahu rambutan
Usaha donat paha ayam
Total aspek positif (pros) : 7
Total aspek positif (pros) : 5
Total aspek negatif (cons) : 3
Total aspek negatif (cons) : 3
Jumlah : 7-3 = 4
Jumlah : 5-3 = 2

Jika dilihat pada hasil diatas, maka didapati usaha sate tahu rambutan memiliki hasil aspek positif yang lebih tinggi dari pada usaha donat paha ayam, maka ide usaha satae tahu rambutan lebih layak untuk dijalankan.

Analisis SWOT
Setelah terpilih satu ide usaha dari analisa aspek positif – aspek negatif (pros-cons), tahap selanjutnya adalah melakukan analisa SWOT yang dapat membantu pengusaha dalam mencari, mengumpulkan, dan mencatat informasi yang lebih detail dan rinci, sehingga pengusaha mampu untuk memaksimal apa yang dimiliki dan mengatasi kelemahan dan ancaman yang akan muncul.
Analisa SWOT adalah suatu cara yang digunakan untuk menilai dan mengukur kekuatan (Strengths) dan kelemahan (Weaknesses) yang dimiliki oleh pengusaha, serta melihat peluang (Opportunities) dan mencari informasi adanya ancaman/gangguan (Threats) dari usulan produk dan pasar. Informasi yang digunakan dalam analisa SWOT adalah informasi yang berasal dari usulan ide usaha yang telah lolos analisa pros-cons.
Kondisi internal pengusaha (dalam diri pengusaha)
Kondisi eksternal pengusaha (diluar diri pengusaha)
Kekuatan
Kelemahan
Peluang
Ancaman
Komitmen yang kuat
Mudah ditiru
Harga terjangkau untuk kalangan mahasiswa
Mudah ditiru
Tanggung jawab
Modal yang terbatas
Letak wilayah yang strategis
Banyaknya pesaing penjual makanan ringan
Bekerja keras



Niat dan tekad yang kuat




Setelah melakukan analisa SWOT, pengusaha dapat memikirkan cara untuk memaksimalkan kekuatannya, mengatasi kelemahannya, memanfaatkan peluang yang ada, dan bersiap menghadapi ancaman dan gangguan yang muncul.
Analisis pesaing
            Saat ini bisa dipastikan banyak pengusaha yang menjual produk yang hampir sejenis. Contohnya saja usaha yang ingin kami jalankan memang dalam lingkungan kampus belum ada yang menjual produk yang sama seperti produk kami tapi tidak menuntut kemungkinan bahwa pesaing dari sate tahu rambutan adalah tahu bulat dan sempol. Melihat banyaknya penjual tahu bulat dan sempol, maka kami akan berusaha mendapatkan konsumen sebanyak- banyaknya, berusaha agar produk kamilah yang akan dipilih dan dinikmati oleh konsumen, dengam begitu usaha kami akan semakin laris dan maju.
Tabel analisis pesaing ini digunakan untuk pesaing yang menjual produk yang hamper sejenis. Berikut adalah tabel sederhana yanga kami gunakan untuk menganalisis pesaing kami
Nama pesaing
kelebihan
kekurangan
Cara mengatasi persaingan
Tahu bulat
Pelayanan cepat
Tidak menerima hutang
·         Menerima hutang
·         Kemasan produk harus bagus
·       Tahu dengan varian isi
·         Produk harus bersih dan higenis
Rasa enak
Tahu tidak ada isinya (kopong)
Penjual keliling
Kurang bersih
Harga murah
Kemasan tidak menarik
Sempol
Harga terjangkau
hanya ada dua varian rasa
banyak varian rasa


penjual tidak keliling

Produk harus bersih dan higenis


kemasan tidak menarik


 Sate Tahu Rambutan

Selasa, 05 Maret 2019

Jangan Lupakan Janjimu



Saudaraku… kita semua tahu bahwa tujuan utama Allah SWT menciptakan kita adalah untuk beribadah kepada-Nya sebagai mana yang telah difirmanka dalam Al-Quran  surat Adz Dzariyat ayat 56. Di sana, Allah Ta’ala berfirman,

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz Dzariyat: 56)

Saudaraku … Jadi, Allah tidaklah membiarkan kita begitu saja. Bukanlah Allah hanya memerintahkan kita untuk makan, minum, melepas lelah, tidur, mencari sesuap nasi untuk keberlangsungan hidup. Ingatlah, bukan hanya dengan tujuan seperti ini Allah menciptakan kita. Tetapi ada tujuan besar di balik itu semua yaitu agar setiap hamba dapat beribadah kepada-Nya. Allah Ta’ala berfirman,
أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثًا وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُونَ
Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?” (QS. Al Mu’minun: 115).

Namun pada kenyataanya kita dapat melihat sendiri banyak orang disekitar kita yang hanya mengkabiskan waktunya hanya untuk bermain-mian saja. Apalagi kita sebagai mahasiswa yang sebagian besar hidup jauh dari lingkungan keluarga sehingga kita dapat berbuat sesuka hati kita tanpa ada yang mengawasi setiap apa yang kita lakukan. Kebanyakan mahasiswa hanya menghabiskan waktu mereka untuk bersenang-senang saja, salat ia tinggalkan nongkrong di kafe jadi kesenangan, baca Al-Quran ia lupakan baca chat ia utamakan, tugas kuliah ia abaikan nonton film jadi kebasaan. Mereka lebih senang kluyuran sana-sini bergoncengan dengan yang bukan mukhrimya, banyak mahasiswi yang keluar malam dengan bukan mukhrimnya sampai tengah malam bahkan sampai dini hari tanpa ada rasa takut sedikit pun dihati mereka bahwa perbuatan yang mereka lakukan adalah dosa besar dan sangat merugikan bagi dirinya. Ingatlah saudaraku tujuan kita dikuliahkan oleh orang tua kita di tempat yang jauh disamping untuk beribadah adalah hanya untuk menuntut ilmu.

Sadaraku jangan habiskan waktumu hanya untuk besenang-senang saja pikirkanlah bekal apa yang natinya akan kita bawa setelah kehidupan kita di dunia ini. Pikirkanlah 5 hal sebelum datangnya 5 hal, yaitu :
1.      Waktu luang sebelum waktu sempit
2.      Sehat sebelum sakit
3.      Kaya sebelum miskin
4.      Masa muda sebelum masa tua
5.      Hidup sebelum mati

Dalam kehidupan ini kita harus selalu ingan dengan 5 hal sebelum datangnya 5 hal tesebut hidup kita di dunia tidak sia-sia dan kita juga memiliki bekal untuk kehidupan selanjutnya di alam yang berbeda.

Sabtu, 02 Maret 2019

Panji Merah Maron

 Tugas Berfikir dan Menulis Ilmiah

Mahasiswa merupakan tingkatan pelajar diatas siswa. Mahasiswa adalah pemuda yang di percaya memiliki kemampuan berfikir dan nalar kritis dalam menganalisa sebuah permasalah, selain itu mahasiswa juga di percaya memiliki karakter idealisme dan energik, sehingga stigma masyarakat umum tentang mahasiswa sebagai agen perubahan yakni mampu memberikan kritik saran yang bersifat solutif dan mencerahkan adalah harapan besar yang diemban oleh gelar mahasiswa.
Mahasiswa juga dipercaya memilik posisi strategis dan efektif dalam menyuarakan aspirasi dan ketidakadilan yang disebabkan rezim yang sewenang-wenang (Abuse of power). Kedudukan strategis ini yang menjadikan mahasiswa berbeda dengan pemuda atau pelajar lainnya. Mahasiswa diidentikkan kaum yang senantiasa berpihak kepada masyarakat, menyuarakan keadilan dan mengkritisi kebijakan-kebijakan penguasa yang tidak pro rakyat.
Mahasiswa merupakan kaum intelektual yang mempunyai eksistensi di Negara Indonesia ini, bahkan mahasiswa mempunyai peran strategis dan berperan aktif dalam kemerdekaan Negara Indonesia. Mahasiswa yang dapat juga disebut dengan kasta sosial intelektual juga mempunyai peran penting di masyarakat. Aktifitas mahasiswa yang katanya "sibuk dan luas jaringannya" kian memperkokoh ruang gerak mahasisiwa semakin luas yang kemudian dikenal juga motor penggerak utama dalam perubahan social dann dunia perpolitikan di Negara Indonesia ini. Mereka inilah yang disebut dengan civitas akaddemika, disebut para "aktivis".
Mahasiswa yang melibatkan dirinya pada urusan demikian sering disebut aktivis mahasiswa atau aktivis. Aktivis menurut  KBBI merupakan orang (terutama anggota organisasi pollotik, sosial, buruh, petani, pemuda, mahasiswa, wanita) yang bekerja aktif mendorong pelaksanaan sesuatu atau berbagai kegiatan dalam organisasinya. Fenomena saat ini bnyak bermunculan mahasiswa-mahasiswa yang dengan bangga disebut dengan aktivis, padahal tidak ada peran aktif atas perkumpulan yang diikutinya.
Manakala kita tidak aktif dalam organisasi, manakala aktif namun tidak tepat dengan jalan dan tujuan organisasi, manakala aktif namun tidak sejalan dengan cita-cita bangsa. Manakala aktif namun tidak memihak pada kepentingan sosial (masyarakat secara umum). Manakal hanya numpang pada nama besar pendahulu dan organisasi. Aktivis yang demikian lebih pantas disebut dengan aktivis "karbitan". Matang namun tidak tau proses.

Senin, 17 Desember 2018

Tugas Take Home Aplikasi Komputer

https://youtu.be/oE8DSzTn7s
Tutorial membuat benner di coreldraw x7
Nama : Intan Nia Tata Ayu
NIM   : 180321100077
Kelas : B

Kamilah Cendekiawan Berpribadi

IMM Bangga Punya IMMawati!.

Kehadiran IMMawati  merupakan salah satu faktor Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) bisa menjadi organisasi yang besar seperti saat ini. IMM patut bersyukur, dengan kehadiran IMMawati di dalam tubuh IMM membuatnya menjadi organisasi yang dinamis dan sangat cocok untuk membangun tradisi intelektual yang hari ini mulai ditinggalkan oleh banyak generasi muda. Peran IMMawati yang begitu signifikan dalam menjalankan dan merawat keberlangsungan IMM sebagai organisasi intelektual tidak perlu diragukan, semangat pembaharuan yang teraptri di dalam jiwa seorang IMMawati sangat terlihat ketika para IMMawati bergerak untuk membangun kemaslahatan ummat, bangsa dan Negara.
Salah satu tokoh perempuan panutan IMM , yakni Ny. Elyda Djazman pun adalah seorang perempuan yang lahir dari rahim IMM dan besar dengan menyandang nama IMMawati dipundaknya. Kebanggannya sebagai seorang IMMawati terlihat tatkala beliau dengan tulus mengabdi baik di IMM, maupun di perseyerikatan Muhammadiyah. Beliau bahkan menjadi Ketua Umum PP Aisyiah selama tiga periode. Waktu yang cukup lama bagi sebuah organisasi sekaliber Aisyiah. Ny. Elyda adalah seorang IMMawati yang dikenal sangat tangguh, cerdas, dan terampil dalam mengelola organisasi, pengalamannya yang sangat banyak membuatnya mampu membesarkan nama IMMawati dan Persyerikatan hingga ke tingkat internasional.
Meskipun beliau merupakan istri dari seorang Djazman Alkindi (pendiri IMM dan ketua IMM pertama), tapi beliau bukanlah besar karena kehadiran suami. Justru Ny. Elyda tumbuh menjadi kader Muhammadiyah saat masih berusia belia. Karena semangat ber-Muhammadiyah sudah dimilikinya sejak belia itulah yang menghantarkan beliau menjadi seorang tokoh panutan bagi kader-kader muda Muhammadiyah, khususnya IMM. Perannya sebagai seorang perempuan dalam dunia public begitu terasa saat masih aktif di Aisyiah, di mana beliau banyak berkutat pada isu-isu perempuan seperti TKW, Pekerja Seks, dan seputar kesehatan. Beliau bahkan sering diundang untuk menjadipembicara di foruminternasional di sejumlah Negara Eropa dan Asia, termasuk di forum World Healt Organization (WHO). IMM tentu bangga dengan sosok beliau, seorang IMMawati yang selalu memberikan contoh bagi kader muda dalam ber-Muhammadiyah dan ber-IMM. Sebagai seorang IMMawati, beliau tidak hanya panutan bagi kader-kader Muhammadiyah, namun juga panutan yang sangat disegani di dunia karena kemampuannya yang jarang dimiliki oleh perempuan manapun.
Selain itu, satu hal yang tidak bisa lepas dari beliau adalah daya kritis dan sikap proaktif yang selalu menjadi ciri khas. Daya kritis dan sikap proaktif yang selama ini menjadi ciri khas beliau harus dipegang teguh dan dicontoh oleh para IMMawati dewasa ini. Hal ini sangat penting untuk ditumbuhkan agar IMMawati tidak kehilangan identitasnya sebagai seorang aktivis Muhammadiyah yang banyak mengurusi masalah ummat. Seorang IMMawati harus mampu menumbuhkan daya kritis karena perannya sebagai kaum intelektual yang berfungsi untuk melahirkan sebuah gagasan perubahan dan problem soulving bagi setiap masalah yang ada. Sama halnya dengan sikap proaktif yang merupakan bentuk impelementasi dari kompetensi humanitas yang selama ini menjadi identitas seorang kader IMM. Seorang kader Muhammadiyah, khususnya IMMawati juga perlu memupuk sikap proaktif agar menjadi manusia-manusia yang berfungsi secara sosial. Proaktif dalam hal ini adalah sikap yang dibangun dan disalurkan dalam wilayah-wilayah kemanusiaan yang hari ini miskin akan perhatian publik. Di tengah maraknya dehumanisasi yang terjadi, sikap proaktif adalah solusi agar masalah ini tidak menjalar ke mana-mana dan berdampak pada stabilitas hidup masyarakat yang kadung terbengkalai.
Lantas, mengapa IMM harus bangga memiliki IMMawati?
Kisah Ny. Elyda adalah satu dari sekian banyak contoh yang bisa kita lihat jika membicarakan peran IMMawati di IMM. Kebanggan IMM terhadap IMMawati bisa dirasakan pada dua hal. Pertama, IMM patut merasa bangga terhadap IMMawati karena perannya dalam menjaga eksistensi IMM hingga hari ini. Peran IMMawati yang sangat terasa dalam IMM adalah kehadirannya yang mampu menjadi penyeimbang sekaligus pendorong spirit perjuangan kader-kader IMM dalam menghentaskan berbagai pesoalan ke-ummatan. IMMawati yang perannya sebagai penopang perjuangan IMM mampu menghadirkan kenyamanan dan semangat berjuang yang tidak pernah sulut, bahkan terus berkobar hingga ke sanubari.
Maka tak salah jika IMMawati kita pandang sebagai perempuan laksana Khadijah yang selalu meyakinkan Muhammad dalam membawa risalah Tuhan agar sampai kepada ummat manusia, tsk dslsh pula bila IMMawati dianggap laksana Fatimah yang tiada henti mendampingi Soekarno dalam menjaga Indonesia agar tidak direbut oleh para penjajah, atau IMMawati laksana Walidah yang senantiasa ada ketika Ahmad Dahlan tengah tepuruk karena fitnah yang didapatkannya akibat mendakwahkan kebenaran Islam. Kebesaran IMM sebagai salah satu organisasi mahasiswa banyak disebabkan oleh kehadiran IMMawati yang tidak pernah berhenti menopang perjuangan IMM di tengah masyarakat. IMMawati bagi IMM bagaikan alas peradaban, tanpa IMMawati IMM hingga hari ini tidak akan mampu berbuat banyak untuk kemajuan bangsa Indonesia.
Kedua,  kehadiran IMMawati membuat IMM sangat terbantu dalam mengaktualisasikan gerakan sosial yang selama ini menjadi identitas gerakan. IMMawati sebagai makhluk Tuhan yang sangat istimewa diberkahi dengan jiwa sosial yang tinggi menguatkan identitas gerakan humanitas IMM. Di tengah kondisi bangsa yang terus ditimpa berbagai konflik sosial, seperti kesenjangan, kemiskinan, dan ketertindasan, IMMawati hadir sebagai motor penggerak perubahan demi terwujudnya masayarakat utama. Hal ini bisa kita lihat dari apa yang telah dilakukan oleh Ny.  Elyda Djazman yang kala masih aktif di struktur persyerikatan, bahwa sebagai IMMawati dia tidak pernah berhenti untuk menyuarakan kepeduliannya pada persoalan-persoalan sosial yang ada, terlebih lagi pada persoalan-persoalan perempuan.
Maka wajar saja bila IMM begitu bangga memiliki IMMawati, karena peran krusialnya dalam mengawal gerakan yang telah digagas oleh IMM sejak berdiri. Ketabahan dan keikhlasan untuk memberikan yang terbaik bagi kepentingan ummat membuat IMM masih bisa dirasakan perannya sebagai salah satu organisasi yang penting bagi bangsa Indonesia. Tidak hanya itu, kehadiran IMMawati juga membuat IMM menjadi organisasi yang egaliter, menjunjung persamaan, dan menjadi organisasi yang mengedepankan nilai-nilai kesantunan dalam berinteraksi dengan lingkungan sosial. IMMawati adalah tumpuan bagi IMM, tanpa IMMawati IMM menjadi oganisasi yang pincang dalam mengarungi gerak dan langkahnya sebagai organisasi yang didirikan untuk membela kepentingan ummat. IMMawati dengan segala hal yang melekat pada dirinya penyempurna bagi IMM dan Perseyerikatan Muhammadiyah.
**Nur Alim MA Sekretaris Umum PC IMM

Wanita Tangguh Itu Bernama IMMAWATI

“Jika ada manusia yang merendahkan seorang perempuan katakan padanya bahwa seorang bayi tidak dilahirkan dari rahim seorang laki-laki”  (Adi Munazir)

Masih di pagi yang buta, sayup-sayup dia mulai melantukan bacaan surat annisa ayat 11. Air matanya berlinang membasahi mushaf pemberian salah satu senior pada saat dia mengikuti kegiatan masa taaruf mahasiswa (mastama). Hidupnya mulai berubah  semenjak mengikuti Darul Arqom Dasar (DAD) yang diselenggarakan salah satu komisariat.
Pesan-pesan pertobatan menghujam tepat di dasar dadanya dan merupakan titik balik dia menemukan jalan perbaikan. Materi Keislaman menjadi materi yang paling diingat dan telah mengatrolnya naik dari kubangan gelap pesona dunia sekaligus peta awal dia mengawali berhubungan intim dengan pemahaman islam yang sesungguhnya.
Hidupnya tidak lagi tentang menebalkan ginju merah di dua buah bibirnya. Tidak juga tentang pamer kegiatan di laman-laman media sosialnya. Kebiasaan lama benar-benar ditinggalkan, kini dia membayarnya dengan ucapan yang bernilai pahala, tindakan yang produktif dan perilaku sopan yang selalu ditunjukkan. Parasnya yang aduhai membuat lelaki berucap istigfar berkali-kali dan terus mencari tahu siapakah gerangan ini, wahai Tuhan pemilik hati?.
Jika hadis menggariskan memilih wanita karena 4 hal; kecantikan, keturunan, harta dan agama. Maka kehadirannya sebagai seorang mahasiswi yang aktif berorganisasi telah menambah syarat “aktivis” bagi laki-laki yang akan mempersuntingnya.
Ada guyonan sederhana yang muncul ketika para aktivis memperbincangkan perihal mengapa seorang the future wife haruslah seorang aktivis, jawaban yang keluar dari Ozan pada saat  itu adalah agar si dia bisa diajak melek sampe pagi (begadagangan). Jawaban tersebut juga ada benarnya, mahasiswi yang berlatarbelakang aktivis memiliki kepekaan yang berbeda dalam melihat persoalan hidup dan terbuka dalam menjaga ritme interaksi sosial.
Sosok perempuan yang dididik dalam organisasi biasanya merasakan betul bagaimana dominasi laki-laki menjadi hal yang biasa dan tejadi kesenjangan kuantitas yang tidak mudah dijelaskan dengan sesederhana mungkin. Ada banyak faktor yang menyebabkan perasaan itu muncul kepermukaan.
Doktrin kultural menjadikan perempuan berfikiran bahwa mereka bukan yang utama dalam tatanan sosial masyarakat. Dimana-mana suara perempuan tetaplah suara lapis kedua (backing vokal) sehingga aspirasi jarang tersampaikan. Pun tidak bisa disalahkan bahwa sifat seorang perempuan yang inferior telah membawanya pada manusia kedua (the second man) dalam dialektika kehidupan.
Dalam konteks yang lain perempuan memiliki sifat dan ikatan rasa malu yang cukup tinggi kitab Fathul Izzar menyebutkan bahwa syahwat itu ada sepuluh bagian sembilan bagian adalah bagi wanita dan satu bagian lagi bagi laki-laki, hanya saja Alloh menutup wanita dengan perasaan malu yang cukup kuat.
Jika kita melihat kondisi perempuan di negara-negara yang maju, rasa malu sudah diterjemahkan ke arah yang lebih progresif, meskipun aspek negatif dan positif masih dapat diperdebatkan. Tidak demikian dengan perempuan yang berada pada wilayah dengan doktrin patrilineal yang ketat. Pemaknaan rasa malu yang salah telah menyebabkan perempuan tidak memiliki sensivitas dan sikap utama dalam mengikis dan menghadapi sebuah persolan. Kondisi tersebut tentulah mengecewakan sehingga memunculkan perasaan daripada malu-maluin lebih baik mundur dari garis perjuangan.
Memang benar bahwa tidaklah sama antara perempuan dan laki-laki begitulah Allah memberikan patokannya dalam Ali Imran (36). Tentu ayat tersebut tidak mungkin ditafsirkan dalam segala lini kehidupan sehingga menjadi dasar untuk tidak menjadi perempuan yang maju dalam fikiran dan juga pergerakan. Secara fisik alat kelamin masing-masing memiliki bentuk dan fungsi yang berbeda-beda, postur tubuh dan kekuatan secara fisik juga merupakan bagian dari perbedaan itu. Tapi ada satu hal penguat dari semua perbedaan bahwa perempuan memiliki ketangguhan dalam mengarungi kehidupan.
Ketangguhan telah menjadikan perempuan memiliki modal cukup besar untuk menunjukkan bagaimana mengelola ketertinggalan. Perempuan yang tangguh tentu tidak sekedar menjalankan siklus klasik yang selama ini tepusat pada kegiatan menghias diri, menanak nasi dan berhenti ketika sudah mengurus buah hati.
Ketangguhan itu harus diterjemahkan dengan tindakan yang tidak bersinggungan dengan kodrat ilahiyah. Perempuan tangguh harus memiliki sifat kompetitif sejalan dengan semangat fastabiqulkhoirot yang harus dijadikan pemantik sebuah semangat.
Perempuan harus mulai masuk dalam wilayah dominasi laki-laki. Tentu persoalan ketangguhan adalah bagian dari hal utama dalam menangkal derasnya sebuah persaingan. Dalam sejarah perjuangan perempuan modern Hillary Clinton rasanya cocok menjadi contoh  terhadap profil perempuan tangguh itu.
Pada tahun 2016 Hillary dikalahkan pada electoral vote dalam ganasnya pertarungan perebutan presiden di negara dimana kran demokrasi dibuka lebar-lebar. Amerika adalah simbol dari bagaimana kesetaraan gender itu dicontohkan sehingga terbuka lebar bagi perempuan Amerika untuk masuk bersaing dalam setiap lini kehidupan.
Sistem pemilihan yang mengabaikan popular vote telah menyebabkan Hillary harus memberi ucapaan selamat kepada Trump. Tidak hanya itu, Pada 2008 silam Hillary juga dikalahkan oleh Barack Obama dalam konvensi Partai Demokrat.
Tidak mudah bagi Hillary untuk mewujudkan teriakan perempuan modern seputar kesetaraaan gender dalam realitas nyata. Dalam urusan hati, Hillary juga pernah disakiti oleh Bill Clinton yang merupakan suami sekaligus presiden Amerika. Kisah cinta Bill dengan salah satu anak magang Gedung Putih sempat menjadi buah bibir yang menggemparkan warga Amerika dan Dunia. Hillary sebagai ibu negara merasa ditampar secara berjamaah oleh rakyat Amerika bagaimana mungkin seorang Presiden bermain serong sebanyak 3 kali dengan anak magang?
Tangguhnya Hillary dalam menjalani kehidupan juga membuahkan hasil. Hillary tetaplah dikenang sebagai ibu negara, seorang menteri luar negeri Amerika sekaligus politisi perempuan yang tangguh. Pengalaman Hillary tentu merupakan puncak dari bagaimana sesungguhnya tajamnya dinamika yang terjadi dalam aktivitas kehidupan perempuan.
Dengan demikian perempuan tetaplah tangguh dibalik perbedaan yang menjadi kodrat ilahiyah. Perempuan  adalah sumber peradaban yang utama karena menghasilkan keturunan yang akan menulis ceritanya masing-masing. Sulit membayangkan jika tanda-tanda dari kiamat itu adalah matinya perempuan dan mendominasinya laki-laki? Nampaknya itu terlalu utopis, peradaban akan tetap berlanjut karena masih ada wanita tangguh yang bernama IMMAWATI.

Ujian Akhir Semester

  Strategi Pemasaran Beras Merah Organik                                                                                        Perkemba...