Jumat, 22 Januari 2021

Ujian Akhir Semester

 

Strategi Pemasaran Beras Merah Organik

                                                                                      

Perkembangan pertanian organik dan kesadaran konsumen tentang bahan pangan sehat memberikan peluang usaha bagi produsen bahan pangan organik. Peluang tersebut mendorong para pelaku bisnis perlu menyusun strategi pemasaran yang tepat untuk produk unggulannya. strategi pemasaran sendiri merupkan perencanaan yang ditujukan untuk memuaskan kebutuhan pasar dengan berdasar pada faktor-faktor pembelian, penjualan, keuangan dan sumber daya. Strategi pemasaran dapat dijalankan untuk membantu suatu usaha menyusun rencana kedepannya. Salah satu strategi pemasaran yang dapat dipergunakan adalah strategi segmenting, targeting dan positioning.

Bisnis beras merah organic memilki prospek pasar yang sangat bagus. Hal ini disebabkan karena kesadaran masyarakat yang makin tinggi akan kesehatan dan kelestarian lingkungan. Berikut strategi pemasaran beras merah organic :

1.      Segmenting Pasar Beras Merah Organic

Segmentasi diartikan sebagai proses mengelompokkan pasar dari yang heterogen menjadi homogen. Segmen pasar dari beras merah organic adalah seluruh masyarakat Indonesia, restoran dan rumah makan sehat. Selain itu untuk mencapai target penjual pada bulan januari, maka perusahaan juga dapat berperan sebagai pemasok untuk pabrik pengolahan beras merah organic.

2.      Targeting Beras Merah Organic

Targeting adalah proses mengevaluasi segmentasi dan pemfokusan strategi pemasaran pada suatu kelompok konsumen yang potensial untuk memberikan respon. Melihat kondisi perusahaan terbatas pada sumberdaya yang dimiliki, maka akan dipilih lebih sedikit lagi segmen yang dijadikan sebagai target pasar. Beras merah organic merupakan bahan pangan yang sangat baik untuk kesehatan sehingga harganya pun bisa dikatakan mahal oleh karena itu target pasar yang terpilih adalah mereka yang memilki pendapatan menengah ke atas dan mereka yang menderita penyakit diabetes karena baras merak organic memiliki kadar karbohidrat yang lebih rendah dari beras biasa.

3.      Positioning Beras Merah Organic

Positioning merupakan tindakan perusahaan untuk merancang produk dan bauran pemsaran agar mudah dikenal oleh masyarakat. Nah alam hal ini perusahaan saya akan ;ebih menonjolkan pada kualitas produk walaupun mengunankan harga yang lebih mahal tapi kita menjamin mutu dan kualitas dari produk. Kemudian saya akan senantiasa melakukan pengembangan terhaap kemasan agar semakin menarik minat kosumen, dan yang paling penting adalah terkait promosi saya akan memasang iklan, brousur, dan pamphlet di semua media sosial yang ada.

 

Berikut mengenai bauran pemasaran yang akan saya gunakan :

1.      Target pasar yang dipilih adalah mereka yang memilki pendapatan menengah ke atas dan mereka yang menderita penyakit diabetes karena baras merak organic memiliki kadar karbohidrat yang lebih rendah dari beras biasa.

2.      Menggunakan nama produk yang mudah diingat konsumen

3.      Mengadakan pameran dan talkshow, dimana dalam talkshow akan berpengaruh kepada meningkatnya brand awareness.

4.      Dalam proses penjualan akan menerapkan gaya komunikasi yang bersifta edukasi kesehatan dan mengangkat nilai-nilai pertanian organic.

Selanjunya mengenai analisis yang perlu dilakukan jika ingin mengimpor beras merah organic :

1.      Tahap awal adalah melalukan analisis mutu dan kualitas produk

2.      Analisis mengenai sertifikat jaminan mutu

3.      Harga produk

4.      Brand awareness

berikut link media promosi beras merah organik :

https://drive.google.com/file/d/1Xd40qaZ5lCIarzeTc9VratiJxq5HlYP3/view?usp=sharing


 

 

 

Kamis, 07 Januari 2021

Bauran Pemasaran Promosi


Konsep inti promosi

Konsep inti promosi merupakan suatu usaha untuk menawarkan sebuah produk atau jasa yang mana untuk menarik konsumen agar mau membeli serta mengkonsumsi barang atau jasa yang akan ditawarkan.

Tujuan promosi

  1. Menginformasikan yaitu seorang promosi memberitahukan tentang produk dengan cara pemakaian suatu produk yang saat ini baru, perubahan pada fitur produk maupun tentang cara kerja suatu produk
  2. Membujuk yaitu dengan melalui promosi, biasanya dilakukan dengan cara membujuk seseorang untuk mencoba, membeli produk serta mengalihkan dari produk orang lain.
  3. Mengingatkan yaitu dengan mengingatkan pembeli agar mengetahui bahwa stok produk masih ada dan tersedia untuk di belinya

Bentuk – bentuk promosi

1.       Periklanan, Periklanan (Advertising), yaitu bentuk promosi non personal dengan menggunakan berbagai media yang ditujukan untuk merangsang pembelian. 

2.       Hubungan masyarakat, adalah berbagai program untuk mempromosikan dan melindungi citra perusahaan atau produknya.

3.       Penjualan tatap muka, merupakan komunikasi langsung (tatap muka) antara penjual dan calon pelanggan untuk memperkenalkan suatu produk kepada calon pelanggan.

4.       Promosi penjualan, suatu bentuk promosi diluar ketiga bentuk diatas yang ditujukan untuk merangsang pembelian. Promosi penjualan menawarkan suatu produk dengan cara memberikan perangsang supaya membeli. 

Pemilihan media iklan

1.       Televise, Media televisi adalah media salah satu dari media elektronik yang mempunyai jangkauan luas, mempunyai kemampuan unik untuk mendemonstrasikan penggunaan produk.

2.       Radio, Media radio adalah media yang mempunyai jangkauan selektif calon pelanggan pada tingkat perorangan. pesan-pesan yang mereka sampaikan seolah-olah mereka berbicara kepada khalayak secara pribadi dengan tidak menggunakan visualisasi.

3.       Suarat kabar, Media surat kabar adalah media yang mampu menyajikan pesan dengan rinci melalui media cetak dimana pembaca berada dalam kerangka mental yang benar untuk memproses pesan.

4.       Internet, Media internet adalah media yang menggunakan jaringan komputer yang saling berhubungan yang terdapat diseluruh dunia yang memungkinkan transfer informasi secara elektronik. Iklan bisa ditempatkan di website atau blog dan situs jejaring sosial.

Faktor – faktor yang mempengaruhi promosi

1.       Tujuan, Dalam melakukan kegiatan promosi agar terget penjualan dapat tercapai, seorang manajer pemasaran harus mampu memilih strategi dan sasaran promosi sesuai dengan tujuan perusahaan.

2.       Jenis produk, Produk-produk industrial lebih membutuhkan pendekatan personal. Semetara itu, produk-produk konsumsi biasanya membutuhkan lebih banyak iklan.

3.       Ukuran pasar, Jika perusahaan menargetkan pelanggan yang lebih spesifik, penjualan langsung saja sudah cukup. Tapi, jika menargetkan pasar massal dengan ukuran pasar yang besar, iklan adalah alat promosinya.

4.       Strategi penetapan harga

5.       Infrastruktur dan sumber daya produk

Strategi promosi dengan siklus hidup produk

1.       Tahap perkenalan

Menurut Arman dkk (2006), ada 4 strategi yang dapat dilakukan manajemen

2.       Tahap Pertumbuhan

Tahap ini ditandai dengan adanya peningkatan penjualan. Dalam tahap pertumbuhan perusahaan yang melakukan strategi perluasan pasar yang akan memperkuat posisi persaingannya, tentu saja akan menambah biaya yang cukup besar. Strategi

a. Meningkatkan kualitas produk

b. Menambah model baru dan produk penyerta

c. Memasuki segmen pasar baru

d. Meningkatkan cakupan dan memasuki saluran distribusi baru

3.       Tahap Kedewasaan

Tahap ini biasanya berlangsung lebih lama dari tahap sebelumnya dan merupakan tantangan berat bagi manajer pemasaran

Ada beberapa fase kedewasaan

a. Fase kedewasaan bertumbuh (growth maturity)

b. Fase kedewasaaan stabil (stable maturity)

c. Fase kedewasaan menurun (decaying maturity)

Strategi yang dapat dilakukan

a. Modifikasi pasar (market modification)

b. Modifikasi produk (product modification)

c. Modifikasi bauran pasar (marketing program modification)

4.       Tahap Penurunan

Mempertahankan produk adalah beban bagi perusahaan maupun karyawan

a. Meningkatkan investasi perusahaan untuk mendominasi atau memperkuat posisi pasar.

b. Mempertahankan level investasi sampai ketidakpastian industri itu terselesaikan.

c. Mengurangi investasi secara selektif dengan melepas pelanggan yang tidak menguntungkan.

d. Menuai investasi untuk memulihkan kas secepatnya.

e. Melepas usaha secepat mungkin dengan menjual asetnya

 

 

 

 

 

 

Jumat, 01 Januari 2021

Bauran Pemasaran Harga

 Harga adalah nilai suatu barang atau jasa yang diukur dengan jumlah uang. Dikeluarkan oleh pembeli untuk mendapatkan sejumlah kombinasi dan barang atau jasa berikut pelayanannya.

Buku Dasar-dasar Pemasaran (2002) karya Angipora P Marius, menurut William J Stanton, harga merupakan jumlah uang yang dibutuhkan untuk memperoleh beberapa kombinasi sebuah produk dan palayanan yang menyertainya.

Sedangkan Philip Kotler berpendapat harga sebagai sejumlah nilai atau uang yang dibebankan atas suatu produk atau jasa untuk jumlah dari nilai yang ditukar konsumen. Pengertian harga juga bisa diartikan sebagai jumlah uang yang dibebankan atas suatu barang atau jasa. Harga menjadi salah satu elemen yang paling fleksibel dari bauran pemasaran. Tidak seperti sifat produk dan komitmen jalur distribusi.

Konsep Harga

Konsep harga Dalam buku Manajemen dan Pemasaran Jasa (2005) karya Buchari Alma, dalam teori ekonomi terdapat value dan utility yang menjadi konsep dalam penetapan harga.

1.    Utility, suatu atribut yang melekat pada suatu barang, yang memungkinkan barang tersebut memenuhi kebutuhan, keinginan, dan memuaskan konsumen.

2.    Nilai (value),  suatu produk untuk ditukar dengan produk lain. Nilai ini dilihat dalam situasi barter yaitu pertukaran barang dengan barang. Saat ini kegiatan perekonomian sudah tidak melakukan barter, melainkan menggunakan uang sebagai ukuran yang disebut harga (price).

Harga merupakan niali suatu yang dinyatakan dengan uang. Hal ini memberikanarti bahwa harga merupakan sejumlah uang yang digunakan untuk menilai serta mendapatkan produk atau jasa yang dibutuhkan konsumen.

Faktor-Faktor Penetapan Harga

Ada beberapa faktor-faktor yang mempengaruhi penetapan harga. Berdasarkan hukum permintaan dan penawaran, maka suatu permintaan yang akan meningkat dapat menaikkan harga dan permintaan yang turun bisa menurunkan harga.

Menurut Simamorang (2001) ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi penetapan harga produk antara lain adalah sebagai berikut:

  1. Starting point, situasi pasar yang meliputi permintaan dan persaingan.
  2. Faktor pembatas yang terjadi pada biaya penempatan harga, bauran pemasaran, harapan, perantara, dan faktor lingkungan makro.
  3. Aspek manajerial organisasi sebagai faktor yang berwenang dalam menetapkan harga dalam perusahaan.

Tujuan Penetapan

Tujuan penetapan harga Harga tentu sangat pentin g dalam kesepakatan jual-beli dari produsen ke konsumen. Melalui penetapan harga, terlihat posisi kelayakan produk dari nilai ekonomisnya. Baca juga: Hari Ini Harga Emas Antam Turun Rp 2.000, Berikut Rinciannya Terdapat beberapa tujuan dari penetapan harga, yaitu:

1.    Kestabilan harga, dilakukan untuk perusahaan yang kebetulan memegang kendali atas harga. Usaha pengendalian harga diarahkan terutama untuk mencegah terjadinya perang harga, khususnya bila menghadapi permintaan yang sedang menurun.

2.    Mencapai penghasilan atas investasi, biasanya besar keuntungan dari suatu investasi telah ditetapkan persentasenya dan diperlukan penetapan harga dari barang yang dihasilkan. Mempertahankan atau meningkatkan pasar Perusahaan yang sudah mendapatkan sasaran pasar, harus berusaha mempertahankan atau mengembangkan. Sehingga kebijakan dalam penetapan harga harus diperhitungkan, jangan sampai merugikan.

3.    Penetapan harga untuk meningkatkan laba, hal ini untuk menjadi acuan setiap bisnis bisa bertahan. Karena setiap bisnis memerlukan keuntungan.

Metode Penetapan Harga

Terdapat empat metode dalam penetapan harga, yaitu:

1.    Berbasis biaya

Faktor ini dipengaruhi aspek penawaran atau biaya. Harga akan ditentukan berdasarkan biaya produksi dan pemasaran produk yang ditambah dengan jumlah tertentu sehingga menutup biaya langsung, overhead, dan laba atau rugi.

2.    Berbasis permintaan

Metode yang menekankan pada berbagai faktor untuk memengaruhi selera dan kesukaan pelanggan berdasarkan kemampuan dan kemauan pelanggan untuk membeli.

3.    Berbasis laba

Didasarkan pada keseimbangan biaya dan pendapatan. Metode ini memiliki tiga pendekatan, yaitu:

·         Target profit pricing, penetapan harga berdasarkan target keuntungan.

·         Target return on sales pricing, harga berdasarkan penjualan.

·         Target return on investment pricing

4.    Berbasis persaingan

Penetapan harga dilakukan dengan mengikuti apa yang dilakukan pesaing. Metode ini memiliki tiga pendekatan, yaitu:

·         Sistem penjualan di bawah harga normal pesaing untuk menarik konsumen.

·         Menyamakan harga agar persaingan tidak terlelau besar.

·         Memberi harga lebih tinggi dari pesaing dengan asumsi bahwa produk yang ditawarkan memiliki kualitas lebih baik.



Kamis, 31 Desember 2020

Bauran Pemasaran Tempat

 

 

Bauran Pemasaran: Bauran pemasaran adalah strategi yang digunakan perusahaan yang berkaitan dengan penentuan harga cara perusahaan menyajikan penawaran produknya. Dalam bauran pemasaran dikenal dengan istilah marketing mix yang merupakan kombinasi dari variabel-variabel inti dari sistem pemasara. Variabel-variabel tersebut meliputi four p’s yakni: strategi produk, strategi harga, strategi penyaluran/distribusi, dan strategi promosi.

Konsep Lokasi dalam Bauran Pemasaran

Lokasi adalah tempat yang digunakan seorang produsen dalam menjual produk/jasa perusahaan. jarak Lokasi akan memengaruhi biaya produksi. Baik lokasi penjualan, distribusi ke konsumen maupun sebagainya. Dalam menentukan lokasi terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan diantaranya adalah:

a.       Letak lokasi dengan pasar meliputi: pelayanan konsumen, distribusi

b.      Fasilitas pengangkutan: prasarana, jalan, dan fasilitas.

c.       Masyarakat: sikap, tingkat keamanan.

Berikut ini adalah beberapa tips yang dapat dipelajari untuk memperoleh inspirasi bisnis mengenai cara mendapatkan lahan atau lokasi yang ideal dan tepat untuk menjalankan usaha  :

1.       Lokasi usaha yang mudah terlihat

Dengan bertempat pada area yang mudah terlihat, maka sudah pasti akan banyak memperoleh perhatian dan tentunya juga memudahkan untuk masa perkenalan dan promosi bisnis anda yang baru saja mulai dirintis. Selain itu, lokasi yang mudah terlihat juga akan menekan biaya promosi pada awal pembukaan atau promo promo peluncuran produk baru anda selanjutnya.

2.       Biaya membangun atau sewa tempat usaha

Bangunan yang notabene adalah merupakan salah satu jenis investasi yang menguntungkan, maka tidak ada salahnya jika memang anda bidik sekalian untuk menanamkan modal dan berinvestasi jangka panjang. Namun apabila harus menyewa, maka tidak dapat dipungkiri lagi bahwa tempat yang strategis kalkulasi atau perhitungan yang cermat harus anda lakukan sebelum membuat keputusan kontrak sewa dengan pemilik lahan. Pertimbangkan apakah keuntungan setiap bulan akan mampu untuk memenuhi kebutuhan sewa lahan dan operasional usaha berikutnya.

3.       Akses yang mudah dijangkau

Poin ini adalah mengenai kenyamanan konsumen ketika akan menuju dimana lokasi usaha anda berada. Meskipun berada pada tempat atau lokasi ramai dan banyak menarik perhatian orang yang berlalu lalang, jika lokasi bisnis anda tidak memiliki lahan parkir yang memadai, seperti misal terlalu rapat dengan jalan, maka konsumenpun terkadang akan enggan untuk singgah sebab merasa kurang nyaman.

Tipe-Tipe Distribusi

Distribusi adalah kegiatan menyalurkan barang atau jasa dari produsen kepada konsumen. dalam kegiatan distribusi kita mengenal dengan istilah distribusi berganda. Distribusi berganda adalah penggunaan lebih dari satu saluran yang berbeda untuk melayani beberapa segmen pelanggan dengan tujuan untuk memperoleh akses yang optimal.

Ada 2 jenis penggunaan distribusi berganda, yaitu:

1.      Saluran komplementer, yaitu jika masing-masing saluran menjual produk yang tidak saling berhubungan. Tujuannya adalah untuk mencapai segmen pasar yang tidak dapat dicapai oleh saluran distribusi perusahaan yang ada sekarang. Ada beberapa alasan pemilihan strategi ini yaitu:

a.       Saluran distribusi yang telah ada telah mencapai titik jenuh, sehingga produk baru harus didistribusikan melalui saluran yang berbeda.

b.       Pertumbuhan saluran distribusi tradisional telah terhenti.

c.       Perusahaan yang melayani suatu daerah yang pada satu tempat penduduknya pedat tetapi di tempat lain penduduknya jarang.

d.      Karakteristik produk dari perusahaan tidak memenuhi syarat untuk disalurkan di suatu saluran, sehingga distribusinya harus melewati saluran yang lain.

2.      Saluran kompetitif, yaitu apabila produk yang sama dijual melalui dua saluran yang berbeda tetapi antara yang satu dengan yang lain terjadi persaingan. Tujuan dari strategi ini adalah untuk meningkatkan penjualan. Strategi ini dilakukan terutama untuk merespon perubahan lingkungan.

Menurut Philip kotler dalam bukunya manajemen pemasaran menyatakan bahwa bentuk saluran distribusi yang dilihat dari banyaknya tahap perantara akan menentukan ukuran panjangnya saluran pemasaran, diantaranya adalah:

a.       Saluran level nol (saluran pemasaran langsung) terdiri dari perusahaan yang menjual langsung kepada konsumen akhir. Contoh warung makan

b.      Saluran satu level berisi produsen, perantara, konsumen akhir. Contoh: petani bunga – Kios Bunga - konsumen

c.       Saluran saluran dua level berisi dua peantara, konsumen akhir. Contoh: perusahaan- agen Koran- loper Koran- konsumen.

d.      Saluran tiga level berisi tiga peantara seperti produsen, pengepul, pedangan besar, pedagang pengecer dan konsumen akhir.

 

Evaluasi dan Upaya Pengendalian Saluran Distribusi

Merupakan suatu kegiatan menilai terkait dengan saluran distribusi yang telah dilakuakan sebelumnya. Terdapat beberapa faktor yang menjadi kriteria dalam mengevaluasi serta mengendalikan saluran distribusi yakni:

a.       Biaya distribusi

b.      Cakupan pasar memperkirakan perubahan penjualan jika penetrasi baru benarbenar dilakukan.

c.       Layanan pelanggan

d.      Komunikasi dengan pasar dan pengendalian jaringan saluran.

Terdapat beberapa usaha yang dapat dilakukan untuk mengendalikan saluran pemasaran yaitu:

1.      Vertikal Marketing Sytem (VMS),

adalah jaringan yang dikelola secara terpusat dan profesional yang sejak awal didesain untuk mencapai penghematan dalam operasi dan hasil pemasaran yang maksimal.

Terdapat 3 jenis VMS, yaitu:

a.       Corporate VMS,

yaitu jaringan yang terbentuk jika para anggota saluran di tingkat distribusi yang berbeda dimiliki dan dioperasikan oleh satu perusahaan. Misalnya pembangunan.

b.      Administrated VMS

Administrated VMS adalah suatu jaringan yang kegiatankegiatan pemasarannya terkoordinasi dalam suatu program yang disusun oleh satu atau beberapa perusahaan dimana perusahaan yang bersangkutan tidak berstatus sebagai pemilik keseluruhan jaringan. Contoh: Kodak, Gillete, General electric dan P&G.

c.       Contractual VMS

Contractual VMS adalah jaringan yang terdiri dari anggotaanggota saluran independent yang mengintegrasikan programprogram pemasarannya dalam perjanjian (kontrak)untuk mencapai penghematan dan hasil pemasaran yang lebih baik.

2.      Horisontal Marketing System

 merupakan jaringan yang terbentuk bila beberapa perusahaan perantara yang tidak berkaitan menggabungkan sumberdaya dan program pemasarannya untuk memanfatkan peluang pasar yang ada, yang dalam hal ini mereka berada di bawah satu manajemen. Hal ini bisa berupa modal, sumber daya dan lain sebagainya.

 

Manajemen Konflik dalam Saluran Distribusi.

Konflik bisa terjadi dalam saluran distribusi, maka perlu penanganan khusus dalam hal ini, Konflik sendiri dikelompokkan 2macam, yaitu: konflik horizontal dan konflik vertical.

a.       Bentuk konflik horizontal: konflik antara perantara yang menjual barang sejenis maupun beda. Missal took computer berselisih dengan took computer lainnya atau took elektro.

b.      Konflik vertikal adalah yang terjadi antara anggota saluran distribusi, missal konflik antara produsen dan pedagang grosir namun produsen langsung menjual kepada pengecer.

Untuk mengelola dan menangani konflik dalam saluran pemasaran

dapat diterapkan beberapa cara sebagai berikut:

1.      Bargaining, yaitu salah satu anggota saluran berinisiatif sendiri dalam proses tawar menawar, dimana ia bersedia mengalah, dengan harapan pihak lain juga melakukan hal yang sama.

2.      Boundary, yaitu menangani konflik dengan diplomasi, dimana kedua belah pihak mengirim wakilwakilnya untuk berunding memecahkan konflik yang terjadi.

3.      Interpenetration, yaitu pemecahan konflik dengan interaksi informal yang sering dengan melibatkan pihak lain untuk membangun apresiasi terhadap pandangan masing-masing.

4.      Superorganizational, yaitu menggunakan pihak ketiga yang netral untuk menangani konflik.

5.       Superordinate goal, yaitu para anggota saluran yang terlibat konflik menetapkan tujuan bersama.

6.      Exchange of person, yaitu masingmasing pihak yang berkonflik saling bertukar personil. Tujuannya adalah agar masingmasing pihak memahami sudut pandang dan situasi yang dihadapi pihak lainnya.

7.      Cooptation, yaitu menggunakan pemimpin organisasi lain yang ditempatkan di dewan penasehat atau dewan direktur untuk didengar pendapatnya dalam penyelesaian konflik.

Jumat, 18 Desember 2020

Bauran Pemasaran 4P

            Bauran pemasaran atau marketing mix adalah salah satu marketing tools terbaik yang pernah ada yang masih relevan hingga saat ini, sehingga masih sering digunakan para pebisnis dan pemasar untuk membuat strategi pemasaran yang powerfull. Marketing mix adalah alat pemasaran yang sangat penting yang mampu membantu bisnis memahami apa yang produk atau service dapat berikan dan bagaimana menyusun aktivitas dan strategi pemasaran produk yang sukses, kombinasi dari empat elemen ini kemudian diterapkan di pemasaran yang dikenal sebagai bauran pemasaran 4P, yaitu Product, Price, Place and Promotion.

Tujuan bauran pemasaran 4p adalah menjadikan 4P sebagai salah satu marketing tools yang akan mampu menjamin dalam membantu para marketer / pemasar dalam menyusun strategi pemasaran yang efektif seperti yang telah dikembangkan oleh para expert sebelumnya di bidang marketing. Bauran pemasaran 4p sebagai marketing tools harus dipahami sebagai 4 elemen yang menyatu, menjadi satu yang menjalankan tugas masing-masing elemen sebagai satu kesatuan, itulah sebabnya di sebut marketing mix atau bauran pemasaran, jadi untuk mendapatkan hasil yang efektif, tidak bisa elemen-elemen ini berdiri sendiri.

Fitur dan Fungsi Bauran Pemasaran

1.      Mutualy dependent variables (Variabel yang saling bergantung)

Ada empat variabel bauran pemasaran yang berbeda, yang tidak hanya saling bergantung tetapi juga perlu direncanakan dalam kombinasi satu sama lain, artinya dalam menerapkan teori bauran pemasaran ini, harus dilakukan bersama-sama sebagai satu kesatuan, tetapi memiliki esensi sendiri-sendiri. Jadi saat kita menyusun strategi pemasaran atau strategi bauran pemasaran, kita pasti akan mendefinisikan produk dan keterkaitannya dengan pasar yang sesuai, atau segmen yang di sasar, pada saat bersamaan pasti variabel bauran pemasaran harga juga dilibatkan untuk menetapkan strategi harga yang tepat.

2.      To Assist to Attainment Marketing Target

Membantu dalam mencapai target pemasaran, artinya dengan memanfaatkan rangkaian variabel ini, diharapkan suatu bisnis dapat mencapai target pemasaran dengan baik, termasuk di dalamnya adalah sales / penjualan, profits / laba, serta kepuasan pelanggan (customer satisfaction) dan retensi pelanggan (customer retention). Fungsi bauran pemasaran sebagai marketing tools jelas, untuk membantu program atau strategi pemasaran perusahaan dalam mencapai tujuannya.

3.      Flexible Concept

Konsep marketing mix adalah bersifat fleksibel, mengingat kondisi pemasaran yang unik dan berbagai persyaratan pasar (pelanggan), maka fokus pada salah satu variabel dapat ditingkatkan atau dikurangi. Keempat elemen bauran pemasaran 4p ini akan selalu digunakan secara bersamaan, akan tetapi titik fokus dan tingkat penetrasi dari tiap elemen bauran pemasaran tentu berbeda untuk kasus yang berbeda, artinya untuk tiap tempat / area dan tingkatan lifecycle produk juga akan berbeda beda formulasi elemennya.

4.      Continuous Monitoring

Pengertian marketing mix memiliki fitur pemantauan berkelanjutan adalah, kemampuannya untuk memperhatikan berbagai tren dan persyaratan baik di dalam perusahaan maupun di pasar untuk memastikan bahwa unsur-unsur dalam pemasaran tetap relevan, efektif dan efisien.

5.      The Function of Marketing Manager

Seorang marketing manager haruslah seseorang yang matang, terampil, ulet, tangguh, smart, innovative dan berwawasan luas dengan tugas mengelola dan mengembangkan pasar dengan sekian strategi dan taktik pemasarannya,  tentu membutuhkan marketing tools yang powerfull. Artinya variabel bauran pemasaran 4p ini dapat membantu peranan dan tugas seorang marketing manager dalam menjalankan tugas vital tersebut.

6.      The Customer as a Central Focus

Aspek bauran pemasaran 4p yang cukup penting adalah bahwa pelanggan merupakan titik utama dari kegiatan tersebut (fokus pada pelanggan sebagai titik pusat). Persepsi pelanggan menentukan nilai produk; maka tujuannya adalah untuk mencapai pelanggan yang memiliki kepuasan dan kesetiaan terhadap produk atau jasa perusahaan.

Bauran Pemasaran 4P (Marketing Mix 4P)

1.      Product

Berbicara mengenai produk, produk dapat berupa barang nyata (tangible) atau berupa layanan yang tidak berwujud (intangible / services) yang memenuhi kebutuhan atau permintaan pelanggan dalam segmen target tertentu. Ada siklus hidup produk (product life cycle) yang logis yang semua produk harus ikuti, dengan demikian, sangat penting bagi pemasar untuk memahami serta membuat perencanaan dalam berbagai tahap tersebut. Pemahaman terhadap permasalah yang dialami sebuah produk dan mencarikan solusi sangatlah penting, termasuk didalamnya mempelajari tentang product feature, unique selling proposition, dan semua yang ditawarkan oleh produk tersebut, selain pemahaman tehadap konsumen.

Jadi definisi produk adalah sebagai sesuatu yang mengacu (me-refer) pada barang yang memenuhi kebutuhan atau keinginan konsumen, di mana  produk dapat berupa barang / berwujud (tangible) atau sesuati yang tidak berwujud  seperti layanan, ide atau pengalaman (intangible).

Aktivitas pemasaran yang berhubungan dengan product dapat berupa :

§  Product design (feature, quality)

§  Branding

§  Packaging (inner pack / outer pack) & labeling

§  Services (complementary service, after sales service, service level)

§  Garansi

§  Retur (product return)

§  Dan lain-lain

2.      Price

Harga mengacu pada jumlah nyata (real amount) yang diharapkan end user atau pengguna akhir untuk membayar produk.Harga suatu produk mempengaruhi cara kerja produk di pasar (product performs), di mana hal ini terkait dengan nilai produk yang dirasakan oleh pelanggan (perceived value). Artinya pelanggan / konsumen tidak akan menerima produk dengan label harga yang lebih tinggi atau lebih rendah dari nilai yang dirasakan (perceived value).Dengan demikian, sangat penting untuk memahami bagaimana pelanggan merasakan apa yang Anda jual.

Beberapa faktor seperti model distribusi, biaya rantai nilai (value chain cost), mark-up dan struktur harga produk pesaing juga dapat mempengaruhi kebijakan penetapan harga, jadi dalam penetapan harga produk, ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan. Jadi definisi harga adalah sesuatu mengacu (me-refer) pada jumlah yang harus dibayarkan pelanggan untuk suatu produk. Harga adalah satu-satunya variabel yang memiliki implikasi langsung terhadap pendapatan.

Aktivitas pemasaran yang termasuk dalam harga / price ini adalah :

§  Price tactic and strategy

§  Price structure / price setting

§  Discount (customer)

§  Allowance, rabates (dist. channel)

§  Payment term (credit, cash)

§  Dan lain-lain.

 

3.      Promotion

Rencana promosi terdiri dari serangkaian strategi dan teknik komunikasi pemasaran, di mana hal ini bisa jadi memerlukan sebuah iklan, sales promotion (promosi penjualan), special offers (penawaran khusus),  public relation (hubungan masyarakat) atau yang lainnya. Terlepas dari saluran distibusi (distribution channel) yang digunakan, sebuah promosi harus sesuai dengan produk, harga serta pengguna akhir (end user) atau konsumen yang ditargetkan.

Sedangkan definsi promosi adalah aktivitas pemasaran untuk mengkomunikasikan segala sesuatu (product) dengan tujuan target konsumen bisa mengenal, mengerti, memahami kemudian menstimulasi (merangsang) agar tertarik dan membujuk (persuasi) konsumen untuk melakukan sesuatu (CTA).

Aktivitas pemasaran yang masuk dalam promosi ini adalah :

§  Promotional mix (advertising / iklan, PR, direct marketing, sales promotion, trade promotion, consumer promotion, event marketing, market blitz, display dll.).

§  Media promotion strategy (bagaimana menjangkau target audience / how to reach target audiece).

§  Message strategy (what is to be communicate / core of message, how often to communicate / frequency)

 

4.      Place

Bagaimana sebuah produk akan sampai ke pelanggan adalah sebuah proses untuk menentukan tempat yang tepat (distribution channel) kemudian menempatkan produk tersebut sedemikian (avaliability dan visibility) sehingga konsumen yang di targetkan bisa mendapatkannya dengan mudah. Proses penempatan produk ini meliputi bagaimana produk dibawa ke seluruh area dimana pelanggan berada (pasar / area pemasaran / area distribusi dan penjualan), kemudian dilanjutkan proses pemilihan saluran distribusi yang harus sesuai dengan segmen pasar yang di target dan meletakan produk tersebut di tempat (outlets) tersebut.

Definisi place adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan bagaimana konsumen bisa mengakses atau memperoleh produk dengan mudah.

Aktivitas pemasaran yang masuk kategori place / penempatan adalah :

§  Distribution strategy (intensive distribution, selective distribution dan exclusive distribution).

§  Market coverage / area coverage / territory management.

§  Inventory / stock management

§  Transportation, logistic, warehousing

§  Channel management (channel relationship).

§  Dan lain-lain.

 

Bauran pemasaran atau marketing mix adalah salah satu marketing tools terbaik yang pernah ada yang masih relevan hingga saat ini, sehingga masih sering digunakan para pebisnis dan pemasar untuk membuat strategi pemasaran yang powerfull. Marketing mix adalah alat pemasaran yang sangat penting yang mampu membantu bisnis memahami apa yang produk atau service dapat berikan dan bagaimana menyusun aktivitas dan strategi pemasaran produk yang sukses, kombinasi dari empat elemen ini kemudian diterapkan di pemasaran yang dikenal sebagai bauran pemasaran 4P, yaitu Product, Price, Place and Promotion.

Tujuan bauran pemasaran 4p adalah menjadikan 4P sebagai salah satu marketing tools yang akan mampu menjamin dalam membantu para marketer / pemasar dalam menyusun strategi pemasaran yang efektif seperti yang telah dikembangkan oleh para expert sebelumnya di bidang marketing. Bauran pemasaran 4p sebagai marketing tools harus dipahami sebagai 4 elemen yang menyatu, menjadi satu yang menjalankan tugas masing-masing elemen sebagai satu kesatuan, itulah sebabnya di sebut marketing mix atau bauran pemasaran, jadi untuk mendapatkan hasil yang efektif, tidak bisa elemen-elemen ini berdiri sen

Fitur dan Fungsi Bauran Pemasaran

1.      Mutualy dependent variables (Variabel yang saling bergantung)

Ada empat variabel bauran pemasaran yang berbeda, yang tidak hanya saling bergantung tetapi juga perlu direncanakan dalam kombinasi satu sama lain, artinya dalam menerapkan teori bauran pemasaran ini, harus dilakukan bersama-sama sebagai satu kesatuan, tetapi memiliki esensi sendiri-sendiri. Jadi saat kita menyusun strategi pemasaran atau strategi bauran pemasaran, kita pasti akan mendefinisikan produk dan keterkaitannya dengan pasar yang sesuai, atau segmen yang di sasar, pada saat bersamaan pasti variabel bauran pemasaran harga juga dilibatkan untuk menetapkan strategi harga yang tepat.

2.      To Assist to Attainment Marketing Target

Membantu dalam mencapai target pemasaran, artinya dengan memanfaatkan rangkaian variabel ini, diharapkan suatu bisnis dapat mencapai target pemasaran dengan baik, termasuk di dalamnya adalah sales / penjualan, profits / laba, serta kepuasan pelanggan (customer satisfaction) dan retensi pelanggan (customer retention). Fungsi bauran pemasaran sebagai marketing tools jelas, untuk membantu program atau strategi pemasaran perusahaan dalam mencapai tujuannya.

3.      Flexible Concept

Konsep marketing mix adalah bersifat fleksibel, mengingat kondisi pemasaran yang unik dan berbagai persyaratan pasar (pelanggan), maka fokus pada salah satu variabel dapat ditingkatkan atau dikurangi. Keempat elemen bauran pemasaran 4p ini akan selalu digunakan secara bersamaan, akan tetapi titik fokus dan tingkat penetrasi dari tiap elemen bauran pemasaran tentu berbeda untuk kasus yang berbeda, artinya untuk tiap tempat / area dan tingkatan lifecycle produk juga akan berbeda beda formulasi elemennya.

4.      Continuous Monitoring

Pengertian marketing mix memiliki fitur pemantauan berkelanjutan adalah, kemampuannya untuk memperhatikan berbagai tren dan persyaratan baik di dalam perusahaan maupun di pasar untuk memastikan bahwa unsur-unsur dalam pemasaran tetap relevan, efektif dan efisien.

5.      The Function of Marketing Manager

Seorang marketing manager haruslah seseorang yang matang, terampil, ulet, tangguh, smart, innovative dan berwawasan luas dengan tugas mengelola dan mengembangkan pasar dengan sekian strategi dan taktik pemasarannya,  tentu membutuhkan marketing tools yang powerfull. Artinya variabel bauran pemasaran 4p ini dapat membantu peranan dan tugas seorang marketing manager dalam menjalankan tugas vital tersebut.

6.      The Customer as a Central Focus

Aspek bauran pemasaran 4p yang cukup penting adalah bahwa pelanggan merupakan titik utama dari kegiatan tersebut (fokus pada pelanggan sebagai titik pusat). Persepsi pelanggan menentukan nilai produk; maka tujuannya adalah untuk mencapai pelanggan yang memiliki kepuasan dan kesetiaan terhadap produk atau jasa perusahaan.

Bauran Pemasaran 4P (Marketing Mix 4P)

1.      Product

Berbicara mengenai produk, produk dapat berupa barang nyata (tangible) atau berupa layanan yang tidak berwujud (intangible / services) yang memenuhi kebutuhan atau permintaan pelanggan dalam segmen target tertentu. Ada siklus hidup produk (product life cycle) yang logis yang semua produk harus ikuti, dengan demikian, sangat penting bagi pemasar untuk memahami serta membuat perencanaan dalam berbagai tahap tersebut. Pemahaman terhadap permasalah yang dialami sebuah produk dan mencarikan solusi sangatlah penting, termasuk didalamnya mempelajari tentang product feature, unique selling proposition, dan semua yang ditawarkan oleh produk tersebut, selain pemahaman tehadap konsumen.

Jadi definisi produk adalah sebagai sesuatu yang mengacu (me-refer) pada barang yang memenuhi kebutuhan atau keinginan konsumen, di mana  produk dapat berupa barang / berwujud (tangible) atau sesuati yang tidak berwujud  seperti layanan, ide atau pengalaman (intangible).

Aktivitas pemasaran yang berhubungan dengan product dapat berupa :

§  Product design (feature, quality)

§  Branding

§  Packaging (inner pack / outer pack) & labeling

§  Services (complementary service, after sales service, service level)

§  Garansi

§  Retur (product return)

§  Dan lain-lain

2.      Price

Harga mengacu pada jumlah nyata (real amount) yang diharapkan end user atau pengguna akhir untuk membayar produk.Harga suatu produk mempengaruhi cara kerja produk di pasar (product performs), di mana hal ini terkait dengan nilai produk yang dirasakan oleh pelanggan (perceived value). Artinya pelanggan / konsumen tidak akan menerima produk dengan label harga yang lebih tinggi atau lebih rendah dari nilai yang dirasakan (perceived value).Dengan demikian, sangat penting untuk memahami bagaimana pelanggan merasakan apa yang Anda jual.

Beberapa faktor seperti model distribusi, biaya rantai nilai (value chain cost), mark-up dan struktur harga produk pesaing juga dapat mempengaruhi kebijakan penetapan harga, jadi dalam penetapan harga produk, ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan. Jadi definisi harga adalah sesuatu mengacu (me-refer) pada jumlah yang harus dibayarkan pelanggan untuk suatu produk. Harga adalah satu-satunya variabel yang memiliki implikasi langsung terhadap pendapatan.

Aktivitas pemasaran yang termasuk dalam harga / price ini adalah :

§  Price tactic and strategy

§  Price structure / price setting

§  Discount (customer)

§  Allowance, rabates (dist. channel)

§  Payment term (credit, cash)

§  Dan lain-lain.

 

3.      Promotion

Rencana promosi terdiri dari serangkaian strategi dan teknik komunikasi pemasaran, di mana hal ini bisa jadi memerlukan sebuah iklan, sales promotion (promosi penjualan), special offers (penawaran khusus),  public relation (hubungan masyarakat) atau yang lainnya. Terlepas dari saluran distibusi (distribution channel) yang digunakan, sebuah promosi harus sesuai dengan produk, harga serta pengguna akhir (end user) atau konsumen yang ditargetkan.

Sedangkan definsi promosi adalah aktivitas pemasaran untuk mengkomunikasikan segala sesuatu (product) dengan tujuan target konsumen bisa mengenal, mengerti, memahami kemudian menstimulasi (merangsang) agar tertarik dan membujuk (persuasi) konsumen untuk melakukan sesuatu (CTA).

Aktivitas pemasaran yang masuk dalam promosi ini adalah :

§  Promotional mix (advertising / iklan, PR, direct marketing, sales promotion, trade promotion, consumer promotion, event marketing, market blitz, display dll.).

§  Media promotion strategy (bagaimana menjangkau target audience / how to reach target audiece).

§  Message strategy (what is to be communicate / core of message, how often to communicate / frequency)

 

4.      Place

Bagaimana sebuah produk akan sampai ke pelanggan adalah sebuah proses untuk menentukan tempat yang tepat (distribution channel) kemudian menempatkan produk tersebut sedemikian (avaliability dan visibility) sehingga konsumen yang di targetkan bisa mendapatkannya dengan mudah. Proses penempatan produk ini meliputi bagaimana produk dibawa ke seluruh area dimana pelanggan berada (pasar / area pemasaran / area distribusi dan penjualan), kemudian dilanjutkan proses pemilihan saluran distribusi yang harus sesuai dengan segmen pasar yang di target dan meletakan produk tersebut di tempat (outlets) tersebut.

Definisi place adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan bagaimana konsumen bisa mengakses atau memperoleh produk dengan mudah.

Aktivitas pemasaran yang masuk kategori place / penempatan adalah :

§  Distribution strategy (intensive distribution, selective distribution dan exclusive distribution).

§  Market coverage / area coverage / territory management.

§  Inventory / stock management

§  Transportation, logistic, warehousing

§  Channel management (channel relationship).

§  Dan lain-lain.

 

Ujian Akhir Semester

  Strategi Pemasaran Beras Merah Organik                                                                                        Perkemba...