Kamis, 31 Desember 2020

Bauran Pemasaran Tempat

 

 

Bauran Pemasaran: Bauran pemasaran adalah strategi yang digunakan perusahaan yang berkaitan dengan penentuan harga cara perusahaan menyajikan penawaran produknya. Dalam bauran pemasaran dikenal dengan istilah marketing mix yang merupakan kombinasi dari variabel-variabel inti dari sistem pemasara. Variabel-variabel tersebut meliputi four p’s yakni: strategi produk, strategi harga, strategi penyaluran/distribusi, dan strategi promosi.

Konsep Lokasi dalam Bauran Pemasaran

Lokasi adalah tempat yang digunakan seorang produsen dalam menjual produk/jasa perusahaan. jarak Lokasi akan memengaruhi biaya produksi. Baik lokasi penjualan, distribusi ke konsumen maupun sebagainya. Dalam menentukan lokasi terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan diantaranya adalah:

a.       Letak lokasi dengan pasar meliputi: pelayanan konsumen, distribusi

b.      Fasilitas pengangkutan: prasarana, jalan, dan fasilitas.

c.       Masyarakat: sikap, tingkat keamanan.

Berikut ini adalah beberapa tips yang dapat dipelajari untuk memperoleh inspirasi bisnis mengenai cara mendapatkan lahan atau lokasi yang ideal dan tepat untuk menjalankan usaha  :

1.       Lokasi usaha yang mudah terlihat

Dengan bertempat pada area yang mudah terlihat, maka sudah pasti akan banyak memperoleh perhatian dan tentunya juga memudahkan untuk masa perkenalan dan promosi bisnis anda yang baru saja mulai dirintis. Selain itu, lokasi yang mudah terlihat juga akan menekan biaya promosi pada awal pembukaan atau promo promo peluncuran produk baru anda selanjutnya.

2.       Biaya membangun atau sewa tempat usaha

Bangunan yang notabene adalah merupakan salah satu jenis investasi yang menguntungkan, maka tidak ada salahnya jika memang anda bidik sekalian untuk menanamkan modal dan berinvestasi jangka panjang. Namun apabila harus menyewa, maka tidak dapat dipungkiri lagi bahwa tempat yang strategis kalkulasi atau perhitungan yang cermat harus anda lakukan sebelum membuat keputusan kontrak sewa dengan pemilik lahan. Pertimbangkan apakah keuntungan setiap bulan akan mampu untuk memenuhi kebutuhan sewa lahan dan operasional usaha berikutnya.

3.       Akses yang mudah dijangkau

Poin ini adalah mengenai kenyamanan konsumen ketika akan menuju dimana lokasi usaha anda berada. Meskipun berada pada tempat atau lokasi ramai dan banyak menarik perhatian orang yang berlalu lalang, jika lokasi bisnis anda tidak memiliki lahan parkir yang memadai, seperti misal terlalu rapat dengan jalan, maka konsumenpun terkadang akan enggan untuk singgah sebab merasa kurang nyaman.

Tipe-Tipe Distribusi

Distribusi adalah kegiatan menyalurkan barang atau jasa dari produsen kepada konsumen. dalam kegiatan distribusi kita mengenal dengan istilah distribusi berganda. Distribusi berganda adalah penggunaan lebih dari satu saluran yang berbeda untuk melayani beberapa segmen pelanggan dengan tujuan untuk memperoleh akses yang optimal.

Ada 2 jenis penggunaan distribusi berganda, yaitu:

1.      Saluran komplementer, yaitu jika masing-masing saluran menjual produk yang tidak saling berhubungan. Tujuannya adalah untuk mencapai segmen pasar yang tidak dapat dicapai oleh saluran distribusi perusahaan yang ada sekarang. Ada beberapa alasan pemilihan strategi ini yaitu:

a.       Saluran distribusi yang telah ada telah mencapai titik jenuh, sehingga produk baru harus didistribusikan melalui saluran yang berbeda.

b.       Pertumbuhan saluran distribusi tradisional telah terhenti.

c.       Perusahaan yang melayani suatu daerah yang pada satu tempat penduduknya pedat tetapi di tempat lain penduduknya jarang.

d.      Karakteristik produk dari perusahaan tidak memenuhi syarat untuk disalurkan di suatu saluran, sehingga distribusinya harus melewati saluran yang lain.

2.      Saluran kompetitif, yaitu apabila produk yang sama dijual melalui dua saluran yang berbeda tetapi antara yang satu dengan yang lain terjadi persaingan. Tujuan dari strategi ini adalah untuk meningkatkan penjualan. Strategi ini dilakukan terutama untuk merespon perubahan lingkungan.

Menurut Philip kotler dalam bukunya manajemen pemasaran menyatakan bahwa bentuk saluran distribusi yang dilihat dari banyaknya tahap perantara akan menentukan ukuran panjangnya saluran pemasaran, diantaranya adalah:

a.       Saluran level nol (saluran pemasaran langsung) terdiri dari perusahaan yang menjual langsung kepada konsumen akhir. Contoh warung makan

b.      Saluran satu level berisi produsen, perantara, konsumen akhir. Contoh: petani bunga – Kios Bunga - konsumen

c.       Saluran saluran dua level berisi dua peantara, konsumen akhir. Contoh: perusahaan- agen Koran- loper Koran- konsumen.

d.      Saluran tiga level berisi tiga peantara seperti produsen, pengepul, pedangan besar, pedagang pengecer dan konsumen akhir.

 

Evaluasi dan Upaya Pengendalian Saluran Distribusi

Merupakan suatu kegiatan menilai terkait dengan saluran distribusi yang telah dilakuakan sebelumnya. Terdapat beberapa faktor yang menjadi kriteria dalam mengevaluasi serta mengendalikan saluran distribusi yakni:

a.       Biaya distribusi

b.      Cakupan pasar memperkirakan perubahan penjualan jika penetrasi baru benarbenar dilakukan.

c.       Layanan pelanggan

d.      Komunikasi dengan pasar dan pengendalian jaringan saluran.

Terdapat beberapa usaha yang dapat dilakukan untuk mengendalikan saluran pemasaran yaitu:

1.      Vertikal Marketing Sytem (VMS),

adalah jaringan yang dikelola secara terpusat dan profesional yang sejak awal didesain untuk mencapai penghematan dalam operasi dan hasil pemasaran yang maksimal.

Terdapat 3 jenis VMS, yaitu:

a.       Corporate VMS,

yaitu jaringan yang terbentuk jika para anggota saluran di tingkat distribusi yang berbeda dimiliki dan dioperasikan oleh satu perusahaan. Misalnya pembangunan.

b.      Administrated VMS

Administrated VMS adalah suatu jaringan yang kegiatankegiatan pemasarannya terkoordinasi dalam suatu program yang disusun oleh satu atau beberapa perusahaan dimana perusahaan yang bersangkutan tidak berstatus sebagai pemilik keseluruhan jaringan. Contoh: Kodak, Gillete, General electric dan P&G.

c.       Contractual VMS

Contractual VMS adalah jaringan yang terdiri dari anggotaanggota saluran independent yang mengintegrasikan programprogram pemasarannya dalam perjanjian (kontrak)untuk mencapai penghematan dan hasil pemasaran yang lebih baik.

2.      Horisontal Marketing System

 merupakan jaringan yang terbentuk bila beberapa perusahaan perantara yang tidak berkaitan menggabungkan sumberdaya dan program pemasarannya untuk memanfatkan peluang pasar yang ada, yang dalam hal ini mereka berada di bawah satu manajemen. Hal ini bisa berupa modal, sumber daya dan lain sebagainya.

 

Manajemen Konflik dalam Saluran Distribusi.

Konflik bisa terjadi dalam saluran distribusi, maka perlu penanganan khusus dalam hal ini, Konflik sendiri dikelompokkan 2macam, yaitu: konflik horizontal dan konflik vertical.

a.       Bentuk konflik horizontal: konflik antara perantara yang menjual barang sejenis maupun beda. Missal took computer berselisih dengan took computer lainnya atau took elektro.

b.      Konflik vertikal adalah yang terjadi antara anggota saluran distribusi, missal konflik antara produsen dan pedagang grosir namun produsen langsung menjual kepada pengecer.

Untuk mengelola dan menangani konflik dalam saluran pemasaran

dapat diterapkan beberapa cara sebagai berikut:

1.      Bargaining, yaitu salah satu anggota saluran berinisiatif sendiri dalam proses tawar menawar, dimana ia bersedia mengalah, dengan harapan pihak lain juga melakukan hal yang sama.

2.      Boundary, yaitu menangani konflik dengan diplomasi, dimana kedua belah pihak mengirim wakilwakilnya untuk berunding memecahkan konflik yang terjadi.

3.      Interpenetration, yaitu pemecahan konflik dengan interaksi informal yang sering dengan melibatkan pihak lain untuk membangun apresiasi terhadap pandangan masing-masing.

4.      Superorganizational, yaitu menggunakan pihak ketiga yang netral untuk menangani konflik.

5.       Superordinate goal, yaitu para anggota saluran yang terlibat konflik menetapkan tujuan bersama.

6.      Exchange of person, yaitu masingmasing pihak yang berkonflik saling bertukar personil. Tujuannya adalah agar masingmasing pihak memahami sudut pandang dan situasi yang dihadapi pihak lainnya.

7.      Cooptation, yaitu menggunakan pemimpin organisasi lain yang ditempatkan di dewan penasehat atau dewan direktur untuk didengar pendapatnya dalam penyelesaian konflik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ujian Akhir Semester

  Strategi Pemasaran Beras Merah Organik                                                                                        Perkemba...