Kamis, 10 Desember 2020

STP (Segementing, Targeting, dan Positining)

A.    Konsep STP

STP atau segmenting targeting positioning merupakan salah satu pendekan atau model yang digunakan banyak perusahaan untuk mengembangkan strategi pemasaran yang sesuai dengan segmantasi targer tertentu. Pada dasarnya STP marketing merupakan salah satu model pemasaran yang dalam penerapnnya melibtkan tiga tahapan yaitu melakukan segementasi pasar terlebih dahulu, kemudian menentukan target segmen yang diyakini paling menguntungkan kemudian yang terrakhir memposisikn produk yng dijul denga cara yang paling efektf dan efisien. Focus utama alam model pemasaran STP adalah pada penekatan audiens bukan pada pendekatan produk. Model ini focus pada penentuan segmen yang paling penting bagi bisnis pada saat merncang strategi pemasaran produk agar penyampian pesan relevan di setiap segmen audiens tersebut. Berikut beberapa kelebihan dari model STP :

1.      Meningkatkan posisis perusahaan sehingga dapat lebih kompetitif

2.  Menganalisis peluang pertumbuhan pasar dengan melihat pelanggn baru dan penggunaan produk

3.      Mencocokkan sumberdaya perushaan yang efektif dan efisien

4.      Mengarahkan dan memberi focus pada strategi pemasaran

B.     Konsep Nilai Pelanggan

Nilai Pelanggan adalah pilihan yang dirasakan pelanggan dan evaluasi terhadap atribut produk, kinerja atribut dan konsekuensi yang timbul dari penggunaan produk untuk mencapai tujuan dan maksud konsumen ketika menggunakan produk. Adapun kaitan nilai pelanggan terhadap kepuasan pelanggan juga dikaitkan dengan nilai pelanggan sebagai persepsi pelanggan terhadap konsekuensi yang diinginkan dari penggunaan produk tersebut. Semakin tinggi nilai pelanggan maka semakin tinggi kepuasan pelanggan. (Pengaruh et al., 2015).

Arti penting dari nilai pelanggan adalah sebuah konsep yang paling banyak digunakan oleh pelaku bisnis. Ini adalah sebuah konsep sederhana dan dapat digunakan sebagai langkah awal perumusan strategi selanjutnya. Banyak keputusan strategis perusahaan atau pemilik merek menggunakan konsep ini sebagai landasan utamanya, walaupun seringkali tidak terformulasikan dengan baik. Mereka tidak menggunakan hitungan-hitungan sistematis dengan analisa data yang canggih tetapi melalui judgment.

Secara sederhana, nilai pelanggan didefinisikan sebagai semua manfaat atau kualitas yang diperoleh oleh konsumen relatif terhadap pengorbanannya. Diformulasikan secara matematis, nilai pelanggan adalah total manfaat atau kualitas dibagi dengan harga. Selanjutnya, rumus ini bisa berkembang karena adanya dua aspek. Aspek tersebut adalah harga dan kualitas. Kedua aspek tersebut merupakan multidimensi berdasarkan pemikiran.

a.   Pasar Grosir, Pengecer dan Eksportir

1.      Grosir

Merupakan badan usaha yang menjual barang dagangan kepada penjual atau pengusaha lain, misalnya pengecer, penjual besar, perusahaan industri, lembaga pemerintah, lembaga swasta, dan lain sebagainya. Kegiatan jual beli grosir ini biasanya dalam jumlah yang relatif lebih besar, dan berhubungan dengan produsen. Berhubungan langsung dengan produsen ini lah yang secara tidak langsung menjadikan grosir sebagai salah satu media distribusi barang hingga ke pelanggan. Kegiatan dagang grosir ini juga menjadikan barang yang diperdagangkan lebih murah daripada harga di pasaran pada umumnya. Dilihat dari luas jangkauan atau daerah usahanya, grosir dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu :

a.       Grosir Lokal, Grosir yang unit kegiatannya meliputi suatu kota tertentu. Misalnya grosir tingkat kabupaten. 

b.      Grosir Wilayah, Grosir yang batasan kegiatannya cenderung lebih luas, biasanya melayani kegiatan jual beli antar provinsi.

c.       Grosir Nasional,  Grosir yang memiliki luas daerah penjualan dan pemasaran meliputi suatu negara. 

2.      Pengecer atau penjualan eceran

Dikenal dengan istilah ritel adalah kegiatan bisnis perdagangan (penjualan barang atau jasa) yang langsung disalurkan kepada konsumen akhir untuk digunakan sebagai kebutuhan pribadi, keluarga atau keperluan lain bukan untuk dijual kembali. Pengecer merupakan perantara dalam sistem saluran pemasaran, dimana pengecer mendapatkan barang dari produsen dan atau pedagang besar yang kemudian menjualnya kepada konsumen akhir.

3.      Eksportir

Merupakan orang atau lembaga yang melakukan kegiatan ekspor perantara dagang yang melakukan kegiatan pengiriman barang ke negera lain yang membutuhkan. Dari kegiatan yang dilakukan berharap mendapat keuntungan.

 

b.  Pelanggan Lokal, Nasional dan Internasional

1.      1. Pelanggan lokal, Merupakan pelanggan atau konsumen yang berasal dari daerah di sekitar atau lingkungan penjual.

2.     Pelanggan Nasional, Merupakan pelanggan atau konsumen yang berasal dari seluruh wilayah Indonesia, jadi jangkauannya lebih luas.

3.      Pelanggan Internasional, Merupakan pelanggan atau konsumen yang berasal dari seluruh dunia merupakan konsumen dari produk ekspor atau impor.

 

Dalam menerapkan model STP marketing berikut 3 langkah yang harus dilakukan :

1.      Segmentasi pasar (segmenting)

Pada tahap segementasi dilakukan dengan membagi pelanggan menjadi sekelompok orang berdasarkan karkteristik dan kebutuha yang sama. Tahap ini dilakukan agar proses pemasaran dapat menyesuaikan pendekatan untuk memenuhi kebutuhan masing-masing kelompok dengan cara yang lebih efektif dibndingkan dengan hanya menggunakan satu pendekatan untuk semu pelanggan. Dalam melakukan segmentasi pasar dapat menggunakan pendekatan sebagai berikut :

·         Demografis, berdasarkan pada atribut pribadi konsumen seperti usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, pendapatan atau status pernikahan.

·         Geografis, berdasarkan pada segemntasi pelanggan sesui dengn asal Negara, wilayah, kota atau lingkungan tertentu.

·         Perilaku, berdasarkan segmen pasar dengan mengelompokkan orang berdasarkan cara konsumen menggunakan  produk, loyalitas akan produk atau manfaat yang dicari.

·         Psikografis, segmentasi yang didasarkan pada kepribadian, nilai-nilai, atau gaya hidup.

2.      Menentukan target atau sasaran (targeting)

Tahap kedua dalam STP adalah enetukan segemnmana yang akan menjadi target pemasaran. Dalam melakukan lngkah ini diharuskan mampu berfikir secara realistis. Kemudian mengevaluasi potensi dan daya tarik dari masing-masing segmen yang telah dikelompokkan pada tahap segementing. Dengan demikian akan dapat terlihat kesesuain antara sumber daya yang dimiliki dengan target segemn yang dinilai paling potensian membawa keuntungan bagi perusahaan.

Untuk mengevalusi dan memilih target ada beberpa hal yang perlu dipertimbangkan, seperti :

·         Ukuran, seberapa besar segemntasi pasr dan potensinya untuk pertumbuhan dimasa depan.

·         Profitabilitas, segmen mana yang memiliki potensi untuk menghasilkan keuntungan lebih tinggi untuk produk.

·         Aksesibilitas, seberapa muda atau sulit untuk mencapai segmen target tersebut.

·         Focus pada manfaat, masing-masing segmen memberikan manfaat yng berbeda.

·         Perbedaan, harus ada perbedaan terukur antar segmen.

3.      Memposisikn produk (positioning)

Pasar sasaran dapat dicapai dengan optimal kalau pemasar tepat memilih media untuk mempromosikan dan memperkenalkan pasarnya. Dalam memposisikan produk ada tujuh pendekatan yang dapat digunakan untuk melakukan positioning yaitu:

1.      Positioning berdasarkan atribut, ciri-ciri atau manfaat bagi pelanggan yaitu dengan jalan mengasosiasikan suatu produk dengan manfaat bagi pelanggan.

2.      Positioning berdasarkan harga dan kualitas (price and quality positioning), yaitu posisioning yang berusaha menciptakan kesan/citra berkualitas tinggi lewat harga tinggi atau sebaliknya menekankan harga murah sebagai indikator nilai.

3.      Positioning yang dilandasi dengan aspek penggunaan atau aplikasi.

4.      Positioning berdasarkan pemakai produk (user positioning) yaitu mengaitkan produk dengan kepribadian atau tipe pemakai.

5.      Positioning berdasarkan kelas produk tertentu, misalnya permen kopiko yang diposisikan sebagai kopi dalam bentuk permen, bukan permen rasa kopi.

6.      Positioning berkenaan dengan pesaing (competitor positioning) yaitu dikaitkan dengan posisi persaingan terhadap pesaing utama.

7.      Positioning berdasarkan manfaat.

Positioning mengacu pada tindakan diferensiasi sebuah merek di dalam pikiran para konsumen terhadap dan melebihi para pesaing dalam hal atribut-atribut dan manfaat-manfaat yang ditawarkan dan tidak ditawarkan oleh merek. Positioning adalah konsepan dari produk yang ditawarkan. Konsepan produk dapat mempengaruhi persepsi konsumen potensial yang akan menjadi target atau sasaran perusahaan. Positioning berhubungan dengan adanya kepercayaan, keyakinan, dan kompetensi bagi masyarakat. Positioning tersebut digunakan untuk memposisikan perusahaan secara baik kepada masyarakat, baik itu mengenai produk, citra baik perusahaan, maupun yang lain.

 

Referensi :

http://ptpn10.co.id/blog/penerapan-strategi-stp-segmenting-targeting-and positioning-untuk-mereduksi-bargaining-position-of-supplier-petani-bagi pengembangan-tebu-di-madura-bagian-i

Aliyanti, T. N. (2019). “IMPLEMENTASI STRATEGI STP (SEGMENTASI, TARGETING, POSITIONING) DI PT. MINA WISATA ISLAMI SURABAYA.” Skipsi8(5), 1–153.

Karamoy, S. (2013). Strategi Segmenting, Targeting Dan Positioning Pengaruhnya Terhadap Keputusan Konsumen Menggunakan Produk Kpr Bni Griya. Jurnal Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis Dan Akuntansi1(3), 562–571.

Pengaruh, A., Pelanggan, N., & Khasanah, I. (2015). Analisis Pengaruh Nilai Pelanggan, Experiential Marketing Dan Rasa Kepercayaan Terhadap Kepuasan Pelanggan (Studi Kasus Hotel Pondok Tingal Magelang). Jurnal Studi Manajemen Organisasi12(1), 10–20

 

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ujian Akhir Semester

  Strategi Pemasaran Beras Merah Organik                                                                                        Perkemba...